I’m ready to commute!


“9 Bulan…ibu mengandung.. dan melahirkan kita ke dunia…~~”.. Mungkin ada yang ingat lagunya Dea Ananda zaman baheula tentang surga di telapak kaki ibu? Kangen yah, dengan zaman 90-an di mana menjadi anak kecil pada saat itu kelihatannya begitu sederhana namun amat bahagia…. *langsung nostalgila*

Stop! Nah, isi tulisan kali ini sama sekali tidak berhubungan dengan lagunya Dea Ananada tadi, kecuali kata ‘9 bulan’nya saja. Hehe… So, ada apa dengan 9 bulan?

images (1)9 bulan sudah saya menjadi pelanggan setia kereta listrik (krl) Commuter Line milik PT.KAI trayek Bekasi – Manggarai/Cikini – Depok. Dalam tempo tersebut, segudang pengalaman telah dikumpulkan. Kenapa sih, kok kesannya norak banget banget bahas comline segala? Pasalnya, angkutan umum jabodetabek ini selain lagi ngetop, juga mengundang tanya, tawa, dan air mata. Penasaran? Naiklah comline sekali saja bagi yang belum pernah, terutama di rush hours…

Berkaca dari pengalaman selama ini, saya mengumpulkan tips-tips atau boleh juga disebut strategi yang bisa diterapkan pada saat naik si comline:

  1. Hindari sebisa mungkin naik comline pada saat rush hours atau jam-jam sibuk (jam berangkat kerja sekitar 06.00 – 08.30 & jam pulang kerja sekitar 16.00 – 20.00). Kecuali anda siap secara mental & fisik.images
  2. Kalau tak terhindarkan harus naik comline jam segitu, lihat kembali tips no.1.
  3. Kalau sedang tidak enak badan/sakit/ pusing/ mual/ migrain sakit gigi / dismenorrhea dsb dsb, lihat kembali tips no.1.
  4. Sebelum naik comline, ada baiknya anda sudah makan dan punya cukup energi terutama di jam-jam penuh. Siapkan air minum atau bekal bila perlu atau bila perjalanan comline anda jauh dan harus transit.
  5. Pakai deodoran atau parfum, atau pewangi tubuh/pakaian lainnya yang anda miliki. Karena krl yang amat padat penumpang bisa menjadi suatu siksaan bagi para penumpangnya bila terdapat bau-bauan yang tidak sedap, apalagi saat udara pengap. Karen itulah, jangan men-dzolimi penumpang lain dengan bau yang menguar dari tubuh kita (plis yah, jangan ada yang meng-klaim tubuhnya ngga pernah bau, I’ll never believe it, hahaha).
  6. Jika anda naik dari stasiun yang kira-kira di tengah-tengah jalur tujuan anda dan ada 2 rangkaian kereta yg consecutive cuma beda 1 stasiun, pilihlah kereta yang lewat belakangan. Biarkan kereta pertama lewat, sabar tunggulah kereta ke-2 (yg selanjutnya) kemudian baru naik, dijamin lebih lowong ketimbang yg pertama, apalagi spesial pake telor untuk jalur bogor dan bekasi. Bahkan bila beruntung, anda bisa memperoleh tempat duduk di kereta ini, walaupun di kereta yang sebelumnya anda lihat amat penuh sampai-sampai penumpang condong keluar pintu comline.
  7. Jika anda naik dari stasiun yg posisinya adalah 1-2 stasiun sebelum stasiun akhir, patut dipertimbangkan ikut naik comline yg downloadmenuju stasiun akhir tsb dulu (ikut si comline tsb sampai stasiun akhirnya yang kemudian putar arah kembali ke arah tujuan anda). Misal berangkat dari stasiun kranji, yg merupakan 1 stasiun sebelum stasiun bekasi (st.akhir), mau menuju jkt kota, ga ada salahnya naik comline yg arah bekasi dulu dan tidak naik comline yg langsung arah jkt. Dengan begitu maka kemungkinan anda mendapat tempat duduk akan lebih (sangat) besar. Apalagi bila naik di saat rush hours, metode ini akan sangat membantu.
  8. Jangan duduk di tempat prioritas (yang ada di ujung-ujung tiap gerbong) kalau tidak mau diusir nantinya. Kecuali tentu saja kalau anda adalah yang berhak menggunakan tempat prioritas tsb (ibu hamil, ibu membawa anak kecil, orang cacat, dan orang sepuh).
  9. Jika kereta setengah penuh, it means anda tidak kebagian duduk tapi masih bisa berdiri dengan nyaman. Pilihlah tempat berdiri di tengah gerbong, dan jangan di dekat pintu. Karena di dekat pintu pasti selalu terdorong oleh arus penumpang yang akan masuk/keluar, walaupun di sana ada tempat bersandar.
  10. Jika anda mendapat tempat duduk, usahakan pilih tempat duduk di tengah, jangan di pinggir dekat pintu kereta. Walaupun itu tempat paling nyaman dengan pelindung senderan di samping. Walaupun kalau di tengah akan sangat mungkin didesak orang lain yang berusaha menyelip-nyelip ingin ikut duduk. Mengapa? Karena kalau duduk dekat pintu dan kereta sangat penuh, saat ada bumil atau orang2 yang berhak di kursi prioritas masuk, mereka tidak akan bisa mencapai tempat yang sudah diperuntukkan bagi mereka dan ‘meng-klaim’nya. Alhasil pada akhirnya, orang yang duduk di pinggir paling dekat pintulah yang akan diminta kemaklumannya untuk mengalah dan memberikan tempat duduknya tsb pada orang-orang ‘prioritas’ yang baru masuk.
  11. Bila anda bersiap menunggu kereta feeder (adalah kereta yang diberangkatkan dari stasiun di tengah-tengah, yaitu manggarai, untuk mencukupi pengangkutan para penumpang yang datang dari arah lain selain jakarta kota), pilihlah sebisa mungkin posisi yang kira-kira merupakan tempat pintu kereta akan berhenti. Kemudian begitu kereta mulai bergulir masuk stasiun, ambil sikap kuda-kuda siap berlari masuk saat pintu sudah terbuka (ingat, tunggu kereta berhenti total dan pintu terbuka aman). Arahkan sasaran anda pada tempat duduk yang sejajar pintu tempat anda masuk (jangan yang seberangnya pintu), walaupun untuk mencapainya anda harus membalikkan badan setelah masuk ke gerbong kereta. Karena orang-orang cenderung memilih sasaran/target tempat duduk yang terlihat di depan mata saat masuk (yaitu tempat duduk yang ada di posisi seberangnya pintu masuk). screenshot_2014-10-24-14-56-06
  12. Untuk membantu merencanakan keberangkatan anda, cek dahulu posisi kereta yang akan anda naiki. Untuk itu anda dapat memanfaatkan berbagai aplikasi commuterline di smartphone yang sekarang ini banyak tersedia dan dapat didownload. Yang paling beken, terupdate, dan terbaik menurut saya adalah aplikasi Info Krl by developer Hendra Saputra. Beberapa stasiun seperti stasiun Juanda dan Cikini sudah memasang real time monitor posisi commuter line.
  13. Pura-pura tidur, atau benar-benar tidur adalah kebiasaan umum penumpang comline yang berhasil mendapatkan duduk. Jika anda juga bermaksud untuk tidur beristirahat saat duduk di comline, saya sarankan untuk memakai masker. Tujuannya untuk melindungi diri dari polusi udara (jangan salah, di dalam comline bisa juga polusi udara lho, apalagi pada saat penuh sesak dengan penumpang). Selain itu, masker juga melindungi/menutupi mulut kita saat tidur. Siapa tahu, saat tidur, mulut kita terbuka lebar, atau ada air yang menetes keluar dari sudut mulut mencari kesegaran?
  14. Waspada selalu dengan barang anda, terutama gadget/smartphone, dompet, dan benda berharga lainnya. Untuk mengurangi kejenuhan, banyak penumpang membawa dan menggunakan gadget selama perjalanan. Namun hati-hati, jangan sampai TERTIDUR dengan gadget di tangan atau di pangkuan. Itu namanya mengumpankan ikan pada kucing kelaparan. Bila anda hendak tidur, pastikan semua barang berharga tersimpan rapi di dalam tas yang anda peluk / pegang dengan ERAT. Dan pada saat turun, jangan sampai melupakan bawaan yang anda letakkan di rak atas (bila ada).
  15. Jangan menunda-nunda keberangkatan anda bila harus naik comline pada saat jam sibuk. Misal, mau berangkat pagi hari berangkat ke tempat kerja, berangkatlah ke stasiun sepagi mungkin yang anda bisa. Makin siang, maka makin besar terdapat gangguan pada perjalanan kereta, misal kereta ditahan dulu menunggu ‘kereta langsung’ yang akan lewat atau mengantri masuk stasiun besar seperti jatinegara atau manggarai (karena hiruk pikuk kereta yang lewat saling silang). Begitu pula pada saat pulang kerja, jangan terlalu sore. Karena makin lama akan makin padat, apalagi pada musim hujan di mana hujan lebat/petir/badai seringkali menimbulkan gangguan misal pohon tumbang, rel patah, dsb. Makin awal berangkat, makin kecil kemungkinan terjadi gangguan pada comline yang anda naiki. Kecuali bila anda lembur atau menunggu sekalian sampai jauh malam saat rush hour sudah berlalu.

Yah, itulah sekelumit saja tips-tips yang mungkin dapat membantu anda saat akan menggunakan modal transportasi tersebut. Saya harap anda bisa menikmatinya. Bila ada yang ingin menambahkan atau sharing pengalaman berkendara comline, silahkan dengan senang hati. Semoga transport ibu kota makin baik ke depannya.

Sekian.

—Salemba, 26 Feb 2015—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s