Saya


Kata orang, sejak kecil saya super cerewet. “Susunya tiga sendok, gulanya tiga sendok, airnya anget2 kuku ajaaa”, begitu pesan saya pada yang membuatkan saya susu saat saya dapat mulai mengenal ‘resep’.

Orang-orang bilang, sejak kecil saya terlalu ingin tahu dan suka sok tua. Begitu mulai bisa mengoceh, tiap lihat kanan-kiri, semua ditanyain, “ini apa sih?”, “itu kenapa begitu?”, “kok begitu sih?” Pagi menonton telenovela, sinetron, berita, dll, malamnya segala kosa kata dari tontonan keluar saat mengoceh.
Saat abang bakso lewat, “Itu tukang apa?” Dijawab, “itu namanya tukang bakso, kak”. Spontan saya teriak, “Baang, bakso baang!”
Lewatlah lagi abang batagor, saya tanya lagi pada orang di dekat saya, “Itu tukang apa?” “Batagor”, kata tante saya. Langsung saya panggil dengan seenaknya lagi, “Batagooor baaang!!”
“Itu tukang..?”, saya tanya lagi sambil siap-siap teriak. “Itu tukang ketoprak, kak… Sst, jangan dipanggil kalo ga beli!”, jawab tante saya sambil cepat-cepat membungkam teriakan anak ingusan. Luar biasa, jiwa jajan sudah terasah sejak muda…

Ada lagi yang bilang, saya kutu buku. Tiap ketemu di acara keluarga atau tetangga, selalu ‘mojok’ buka buku. Sampai dibilang sombong, nggak gaul, kuno. Dulu, ajak saya main boneka atau orang-orangan, maka risiko penolakan 80%. Tapi ajak saya ke pameran buku murah, 100% saya terima. Akibat positif: daya imajinasi luas, pemimpi besar, tahu tentang hal-hal yang mungkin tak diketahui orang lain. Negatifnya juga banyak: kuper, minderan, pemalu (ahaa…. XD), nggak suka keramaian…

Saya ini pemimpi. Jelas. Terlalu banyak dan tinggi semua impian-impian itu. Mau ini dan itu, meraih ini dan itu.
Ada yang menegur saya, “Ngga capek?”, “Ngga ingin istirahat dulu?”, “Kalo ngejar ini itu dulu kapan selesainya?”, “Settle down? Nanti keburu tua, lho…”
Hanya bisa senyum-senyum dikulum. Ah, saya pikir, terus kenapa kalau saya ingin tetap bermimpi? Apakah mimpi saya mengganggu dan menghalangi mereka? Saya tahu itu nasihat dan masukan. Saya berterima kasih. Saya terima juga segala kritiknya. Tapi saya boleh memilih, bukan? Saya percaya, kalau sudah rezeki, tak akan salah alamat apalagi salah waktu. Mari biarkan mengalir seiring mimpi-mimpi, dan semua akan indah pada waktunya. ^^

_Catatan kecil untuk saya_Semarang (yang lagi panas-panasnya, siang hari bolong, saking bolongnya atmosfer ampe jadi pemanasan global, aspal jalanan bisa buat goreng telor), April hari pertama di tahun duaribu empat belas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s