Ini Chibi-chibiku


Akhir Desember 2011. Suatu pagi di ruang kuliah Cebior, RS Dr Kariadi, kota Semarang. ‘’Hai, nama saya Tya’’, tuturku pada tetangga duduk sebelahku setelah selesai dengan lembar TPA. ‘’Saya Hesty’’, sahutnya, yang ditimpali juga oleh yang lain-lainnya, ‘’Donny’’, ‘’Hai. Saya Venty’’, ‘’Saya Ofi’’, ‘’Gara’’, ‘’Sari’’.

Beberapa hari setelahnya, anggota telah lengkap. Kami berdua belas: Almira, Donny, Venty, Gara, Ziske, Hesty, Ofi, Sari, Tami, Ghazali, Isna, dan saya. Ini masih tahap awal. Matrikulasi. Namun sejak awal pun, hang out bareng sudah menjadi tanda-tanda kami. Sehabis kuliah, keliling cari kosan untuk anak luar semarang. Kemudian makan bareng. Kemudian cari kosan lagi. Kemudian makan lagi. Tentiran bareng, oleh pakar kebanggaan batch kami, abang Donny. Belajar bareng.

IMG-20131106-WA0001Memasuki masa-masa kuliah. Jum’at Sabtu. Jum’at Sabtu. Jum’at dan Sabtu. Materi banyak. Berat. Padat. Jatah 2 semester dibuntel ke dalam 7 bulan. Stress namun juga fun. Semua dihadapi bersama. Kami bangga dengan batch kami. Kompak. Grup whatsapp biasanya ramai. Semua terbahas, dari yang remeh temeh amat sangat nggak penting hingga hal-hal super penting.

 

 

 

Akhir Januari 2012. Medical Genetic Course (MGC) yang tersohor itu dimulai. Ujian kedua setelah matrikulasi. Lagi, berat. Tapi kami berdua belas. Tetap berusaha bersama. Makan bareng. Hang out lagi. Makan lagi.

???????????????????????????????

 

Saat MGC ini, satu prajurit gugur. Maka kami harus makin menguatkan barisan ini.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebelas pesepak bola di lapangan konseling genetika Undip, mengincar gawang lawan di ujung sana. MGC berakhir dengan gemilang, kesebelasan tetap bertahan. Di akhir MGC ini, nama Chibi-chibi dinobatkan pada batch 6 kami. Akhir hari ujian presentasi, makan malam bersama. Di akhir makan malam bersama, ‘’Mari kita karaoke’’, ujar seseorang. Yang disambut baik dengan anggota lainnya. Yang menjadi kali pertama saya mencicipi karaoke. Dan ketagihan.😄

Akhir Agustus 2012. Perpisahan pertama Chibi. Masing-masing punya jalan yang harus ditempuh. Ada yang harus pergi tuk sementara. Ada yang tinggal dan menjaga. Tapi kita kan bertemu lagi.

20140311_223036Akhir Maret 2014. Kesebelas-sebelasnya telah berhasil menempuh ujian babak kehidupan S2, dengan masalah yang berbeda, cara yang berbeda, di jalan yang berbeda. Masalah kami banyak. Kami banyak masalah. Betapa banyaknya masalah kami.

Masalah korespondensi. Email yang cantik sekali. Kurang berbasa-basi. Ditinggal pergi dan ditolak dosen yang tersinggung. Performamu di sana yang paling jelek, kamu mungkin bisa tidak lulus. Uang beasiswa tersendat berbulan-bulan. Ancaman bila tidak lulus. Cercaan. Prasangka. Dan ribuan lainnya. Tak berlebihan bila dikatakan, air mata dan darah benar-benar tertumpah ruah selama lebih dari 2 tahun ini. Beberapa berkomentar, ‘’Kok ini lebih berat daripada kuliah FK dan lebih capek ketimbang koas jaga?’’

Tujuh anggota Chibi sudah melalui gerbang tesis. Empat lagi kan segera menyusul, insyaAllah. Kami tetap kompak. Grup WA tetap ramai. Hang out bersama tetap rutin dilakukan. Hope this special friendship will never ever be worn out! Here we are: Chibi-chibi batch 6 Genetic Counseling, Biomedical Science, Diponegoro University…………..

Ada Almira si suara emas Chibi, our best student.

Ada Abang terkeren terfavorit terbaik tercanggih terasyik kami sepanjang masa, Donny.

Satu wanita terberani batch kami sampai dijuluki ‘’the nekadest woman’’, yang selalu bikin kejutan dan membuat orang salut, Tami.

Mba idola para dedek unyu macam saya (XD) yang nyeni banget, bervokal rentang lebar dengan warna suara yang unyu, temen main asik n ternyambung mulai dari komik ampe tesis, ensiklopedia lagu berjalan, mami adek Ziske.

Ada juga yang sukanya jangan ribet-ribet, bermotto nggak usah kaku-kakulah, berjargon, “This is!’’, Garboy of Chibi, Gara.

Chibi paling kalem yang enak banget dimintain pendapat, berkepala selalu dingin, padahal semarang panas (lho apa hubungannya?), Hesty.

Juga ada Chibi yang suka terlalu rendah diri kalau ditegur, tapi setelahnya berprestasi cadas melesat jauh di luar sana, Ofi.

Ada Chibi yang serba oke dan enak banget kalau diajak dan mengajak hang out waktu belum ada baby cantik Zee, Isna.

Satu Chibi yang jadi sobat saya selama di perantauan, susah senang berdua, nangis-nangis berdua, backpacking Eropah berdua, Chef skillnya jadi keren abis dan enak pula masakannya, tapi sering kesulitan nyingkirin galaunya, Venty.

Juga satu Chibi lagi yang biasanya selalu tau cara tuk ‘bergaul’ dengan para dosen kami yang luar biasa, paling mengerti maksud beliau-beliau yang keren, Sari.

Yes, we are….chibi-chibi batch 6! I love you! :*

5 thoughts on “Ini Chibi-chibiku

  1. Ninggalin jejak ah batch yang paling sedikit sepanjang sejarah konseling batch 8…. Sukses ya Tya… juga semuanya yang di batch 6… dhani..

  2. Salam, dok.
    Saya shofwan, mahasiswa konseling genetic batch 9. Seru sekali membaca tulisan dokter mengenai pengalaman menjalani pendidikan di konseling genetik undip. Ada juga yg menakuktkan, yaitu lebih berat daripada kuliah S.Ked dan coass…hehehe
    Kalau dokter berkenan, boleh saya minta kontak (email/WA/line/…) ada beberapa hal yang ingin saya konsultasikan.
    Terima kasih sebelumnya, dok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s