Selamat malam, hari!


Selamat malam, hari!
Senja telah mampir sejak tadi, membungkus matahari mengajak rehat.
Langit malam ini, seperti beberapa malam terakhir, berselimut kabut,
menutupi rembulan, juga bintang, membisikan sepi.

Selamat malam, hari!
Jendela-jendela telah tertutup, rapat-rapat,
berharap dapat menghalau putera puteri angin, yang sedang riang-riangnya berhembus makin giat dan makin cepat seperti pelari di jelang garis finish.
Pemanas di sudut ruangan telah terbangun dari tidur panjangnya, berjuang memberi hangat, menentang penurunan suhu.

Selamat malam, hari!
Satu detik, dua detik, tiga detik,
waktu berlarut dan makin larut, menarik kesadaran yang tenggelam, bahwa, hei, satu lagi hari kan berlalu,
harap-harap cemas mendekati batas itu, entah harus bersorak atau bersedih.

Selamat malam, hari!
Di waktu-waktu inilah, aku bersamamu,
sendiri, tak terhindarkan teringat para terkasih di seberang benua.
Di musim-musim inilah, aku terbungkusmu,
dingin, paduan sapaan riuh dari putera-puteri angin di luar beserta sunyi di dalam.

_Poitiers yg makin dingin_

10 thoughts on “Selamat malam, hari!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s