Wishing it’s not too late to say, “Happy Eid Mubarak !!!”


Idul Fitri merupakan suatu momen yang selalu penting di negeri tercinta kita. Mudik, silaturahim dengan sanak keluarga, makan ketupat dan opor ayam, adalah karakteristik yang tidak bisa dipisahkan dari momen ini. Meski saya tak punya kampung untuk ‘dipulangi’, namun tetap ada acara silaturahim keliling dengan keluarga2 di Jakarta-Depok-Bekasi. Ramai, riang, semangat, kekeluargaan, maaf-maafan, dan juga bahkan ‘angpao’ (sewaktu kecil, hal terakhir ini selalu saya tunggu2, hihihi  XD),,, mewarnai hari Idul Fitri.

Lalu bagaimana dengan Idul Fitri kali ini? Tak bisa pulang ke Indonesia, harus tetap berada di negeri yang rasis, ditambah dikejar-kejar deadline oleh pembimbing itu…adalah sesuatu. Sangat. Berat. Sabtu 13 Juli 2013, sepulang mengantar sobat seperjuangan yg berkesempatan pulkam tanah air ke stasiun, mood langsung terjun bebas ke jurang dalam. Sesampai di apartemen, bendungan air di saluran lakrimalis akhirnya jebol, dan bak kucing garong kelaparan kedinginan saya meraung-raung keras-keras. Untungnya kamar-kamar tetangga apartemen lagi pada kosong ditinggal liburan, jadi saya aman dari kemungkinan komplain para tetangga.

Idul Fitri di Prancis jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013. Tiga hari sebelumnya, saya ngotot untuk bisa chatting dengan keluarga via skype. Dengan kekreatifannya, netbook saya yang error tiba-tiba berinisiatif mati saat skype baru beberapa menit berjalan. Nyala. Mati. Nyala. Mati. Begitu terus selama 2 hari. Hhhh… Menghela napas, mencoba sabar, akhirnya saya pinjam ‘neti’nya coloc saya yang ‘untungnya’ tak ikut dibawa pulkam, hoho… *trims Venty :)*. Skype-an sekitar 6 jam, sampai puas, sampai bisa buka bersama (di Indo udah jam buka puasa, di sini siang benderang). Lho? Hehehe, lha wong saya lagi libur puasanya, jadi cincay itu… Keluarga di seberang yang sedang buka bersama (kebetulan lagi pada ngumpul) memamerkan makanan spesial hari itu : iga sapi asam manis. Sepupu pada pamer es kelapa, tertawa, becanda, ejek mengejek… Sedang saya : sendirian, di apartemen yang juga kosong, makan siang kilat dengan steak beku, dan minum air putih yang berasal dari keran (pake saringan sih tapinya…). Huwaaa,,,pingin rasanya lompat ke layar masuk ke netbook, ikut jaringan internet, dan tau-tau bisa sampai di sana. Kumpul. Keluarga.

Idul Fitri di Prancis jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013. Semula saya berencana untuk pergi ke Paris, agar bisa shalat Ied di Masjid Besar Paris dan setelahnya silaturahim ke KBRI. Meski bukan keluarga, namun setidaknya bisa berjumpa dengan banyak orang Indonesia di sana. Namun apa daya, karena tak ada teman yang bisa ditebengi (banyak yg pergi liburan), juga waktu terbatas karena kudu bolak-balik lab, akhirnya rencana ke Paris dibatalkan. Akhirnya saya pasrah dan hanya berencana untuk shalat di masjid di kota tempat saya tinggal. Karena menurut informasi shalat Ied dimulai pukul 08.30 dan perjalanan ke masjid dengan bus cukup lama (bus lebih jarang lewat karena periode liburan musim panas), maka saya harus bersiap mengejar bus ligne 3 di jam 07.33 atau paling telat 07.55. Namun… dengan bodohnya saya baru membuka mata dengan jernih pada 08.15, dan,, oh tidaaak,,, saya ketinggalan bus ! T___T. Pada akhirnya shalat di kamar apartemen menjadi satu-satunya pilihan. Hiks hiks….

ied

Idul Fitri di Prancis jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013. Alhamdulillah masih ada 4 teman-teman Indonesia di kota saya (Poitiers). Dan di tengah ke-mepet-an rencana-rencana yang berantakan, akhirnya saya datang silaturahim ke tempat mereka bersama seorang teman dari lab. Begitu datang, tanpa basa-basi kami langsung makan. Lontong hasil karya chef Putri + opor ayam cap chef Dira begitu menggoda untuk disikat. (Parah iki  :p)

Idul Fitri di Prancis jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013. Baru saja lewat pukul 12 siang, datang email dari pembimbing yang menanyakan revisi dan slide presentasi, dan meminta saya datang ke lab hari itu atau esok harinya. Tentu saja saya pilih esok harinya, Bu. Kemudian di hari ke-2 lebaran, lagi, ke lab dan revisi, esoknya meski jalan-jalan weekend tetap revisi, esoknya ngebut slide, esoknya diminta repetisi.

Idul Fitri di Prancis jatuh pada hari Kamis, 8 Agustus 2013. Alhamdulillah, banyak hal yang masih bisa disyukuri : masih bisa silaturahim, masih bisa makan lontong opor, masih bisa komunikasi dengan keluarga, dan meski rasis tapi setidaknya saya masih berada dalam lingkungan yang relatif aman…. Selamat Idul Fitri 1434H, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf. Semoga, masih bisa dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya…

__Poitiers, le 26/08/2013__

2 thoughts on “Wishing it’s not too late to say, “Happy Eid Mubarak !!!”

  1. duh kayaknya menderita banget ya ditinggal venty pulkam indo, hihi pake acara jebol lakrimalisnya lagi, qiqiqii… dan shalat ied di apartemen.. hmm.. semangat2 tahun depan insyaAllah lebaran di indo🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s