Negeriku cintaku kembaliku


globe-indRasa cinta terhadap tanah air benar-benar tumbuh subur dan mengakar kuat begitu kita berada di tempat yang jauh darinya. Sungguh, Indonesiaku, seburuk apapun pandangan dunia padamu, seremeh apapun perkataan orang tentangmu, namun aku tetap dan makin mencintaimu.

Apapun yang dimaki orang atasmu: korupsi, terorisme, sistem pemerintahan yang tak baik, banjir, pengangguran, pembangunan belum merata, dan lain sebagainya,, tidak menjadikan kecintaanku luntur seperti tercuci bayclin. Tidak. Aku tetap cinta, dan makin cinta.

Karena apa yang kualami sepanjang di luar buaianmu, makin membukakan mataku tentang apa dan siapa dirimu. Menjadikanku lebih memahamimu, lebih bangga padamu.

Orang-orang yang melihatku sekarang, berkata beruntungnya aku bisa melanglang jauh ke negeri orang. Namun aku berkata mereka lebih beruntung bersamamu. Aku senang memang, berkesempatan melihat bumi ini lebih luas, dapat belajar lebih banyak, aku bersyukur. Namun yang lebih menyenangkanku adalah bahwa aku menyedari bertambahnya rasa cinta dan banggaku pada dirimu. Orang bilang di sini indah, banyak tempat wisata terkenal dan keren. Namun bagiku dirimu lebih cantik, di luar dan di dalam. Di sini tempat-tempat itu hanyalah cantik di luar, dari pandangan mata, dan tidak di dalam. Pada dirimu terdapat limpahan karunia Tuhan yang dapat lebih kurasakan daripada di sini.

whateverAku bersyukur, amat bersyukur, bisa terlahir di ibu pertiwi, bisa menjadi bagian darimu. Di mana lagi ada negeri elok dengan beragam agama yang penduduknya bisa memakai identitasnya dan menjalankan ibadah agamanya dengan tenang tanpa harus merasa khawatir, selain di negeri tercintaku? Di mana lagi ada tempat di mana kita bisa merasa aman dari diskriminasi ras selain di negeri dengan suku, adat, dan kultur yang berlimpah ini? Di mana lagi ada tempat yang sebagian besar masyarakatnya begitu ramah, saling bertenggang rasa, saling peduli, dan saling menghormati?

Ternyata apa yang ada dalam pelajaran PPKn zaman SD dulu, semua tak salah. Negeriku negeri yang toleransi umat beragamanya tinggi. Yang masyarakatnya bertenggang rasa. Yang ramah, sopan santun, tepa selira. Mungkin sekarang ini tidak seperti dahulu, karena persinggungan dengan budaya asing dan sebagainya, namun pada prinsipnya aku masih bisa menemukan sifat-sifat luhur itu pada bangsa tercintaku.

Orang-orang asing sekalipun, bila mereka benar-benar pernah mengenal sedikit dan merasakan sentuhanmu, ibu pertiwiku, mereka dengan mudah jatuh hati padamu. Aku menemukan bahwa tidak ada yang tidak mencintaimu bila mereka pernah sekali saja menginjakkan kaki di tanahmu, negeriku. Bahkan beberapa yang belum pernah pun, setelah melihat wajahmu meski hanya dari kotak segiempat itu, timbul keinginan mereka untuk mengunjungimu.

Adat dan sopan santun yang mengikat mungkin saja bagi sebagian orang terasa menyulitkan. Namun ternyata di sanalah rasa nyaman dapat ditemukan dan berpadu dengan aman. Yang muda menghormati yang tua, yang tua menyayangi dan menghargai yang muda. Meski bagaimanapun, aku menemukan suatu kebaikan dalam prinsip itu. Karena dengan itu aku menemukan satu keteraturan, penjagaan. Bukan berarti senioritas, namun lebih pada rasa kepedulian dan tanggung jawab.

jktApa itu yang mereka teriakkan mengenai kebebasan di sini? Sementara aku menemukan kekhawatiran, ketidakamanan, dan rasa risih di dalamnya. Apa yang mereka banggakan dengan demokrasi mereka? Aku hanya merasakan diskriminasi dalam agama dan ras tentangnya, kesulitan dalam menjalankan agamaku, pengekangan dalam identitasku. Apa yang mereka sebut dengan kesamarataan? Aku terbentur pada pembedaan-pembedaan dalam sistem yang mereka bicarakan.

Karena itu, cintaku, Indonesiaku, aku ingin segera kembali ke pangkuanmu…

——-000——–

Ariestya indah permata sari

(Penulis adalah mahasiswa penerima beasiswa unggulan Diknas periode 2012-2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s