Apa sih kamu?


“Apa sih kamu ini, Tya?”

Belakangan, pertanyaan itu sering terbersit di hati kecil. Bukan kenapa-kenapa. Hanya saja, makin lama makin terasa hilang jati diri. Lho?

Saya ini lulusan kedokteran, tapi kok sekarang ini serasa bukan dokter? Tiap ada konsulan kasus, minimal dari keluarga atau dari teman, malah banyak lupanya bagai diserang amnesia mendadak. Saya ini ceritanya sedang mencoba berkenalan lebih dekat dengan si ganteng genetik, tapi kok malah terasa tambah jauh dan asing?

Saya ini untuk bisa melanjutkan kuliah di sini dikasih syarat harus punya kompetensi dalam bahasanya, jadilah saya banting setir dulu ikut jurusan bahasa asing. Sementara itu, bahasa asing yang baru belum ‘ngelotok’ dan bicara pun masih bingung, di sisi lain bahasa asing satunya yang sejak kelas 4 SD dipelajari malah memudar terkikis si bahasa baru ini. Jadilah bila berkomunikasi kembali meminjam bahasa primitifnya abang tarzan.

Saya ini seorang muslimah yang sudah begitu lama memegang erat hijab. Namun kini di sini satu kalimat dari satu orang saja membuat segalanya begitu sulit untuk beristiqamah. Di negara yang punya slogan ‘kebebasan’ malah saya tidak merasakan adanya kebebasan itu. Terpandang lubang-lubang jebakan di sekeliling, menghitung berapa kali sudah saya terperosok di beberapa lubang. Melihat diri dalam cermin kemudian bertanya dalam hati, “sebenarnya kamu ini apa, Tya?”

Buka FB, grup WA, BBM, dll,,, melihat teman-teman sejawat yang saling berdiskusi tentang pasien-pasien yang dihadapinya, tentang keikutsertaan dalam seminar-seminar dan kursus-kursus kedokteran, tentang pengalaman PTT/RSnya, tentang peningkatan kompetensi dokternya, penerimaan baru PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis)nya, karir makin mantap dan sudah bisa mulai menabung untuk masa depannya… Alhamdulillah teman-temanku makin sukses…

Melirik lagi FB, grup WA, BBM, dll,,, ada pula teman-teman lain yang bukan sejawat, namun sama suksesnya, sama kerennya. Selain dalam hal duniawi, mereka juga tampak sukses dalam rohani. Makin dekat dengan Tuhannya, makin taat ajarannya, makin baik kualitas hidupnya… Alhamdulillah lagi, teman-temanku ini sungguh luar biasa!

kepomBagaimana dengan dirimu? Kamu ini apa Tya? Aarrkk, ada rasa iri yang menyelusup. Come on, Tya, jangan lihat ke atas, lihatlah ke bawah, dan syukurilah… Bukannya tidak jelas, hanya saja belum Ty. Ingat kata orang, semua akan indah pada waktunya. Sekarang ini, adalah waktu untuk bersabar, belajar, berjuang… Jalani saja apa yang ada di hadapanmu, lakukan apa yang bisa dilakukan, dengan semangat…

_Poitiers, le 13 février 2013, 22h30_

2 thoughts on “Apa sih kamu?

  1. “Apa sih kamu ini, Tya?”

    “Kamu adalah salah satu orang yang sukses. Buktinya sekarang bisa belajar di negeri orang. Gak semua bisa dapat kesempatan sepertimu.” flying like an angel. wkwkwk..

    semangat mbakyu, Indonesia masih membutuhkan banyak ilmuwati seperti kalian. go go!🙂

    Lihat ni ane sekarang, isi blognya recipe, not prescription :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s