Trimester Pertama


Wah, dah macamnya bumil aja pake istilah trimester pertama. Hari ini, 5 Desember 2012, bertepatan dengan berlalunya masa tiga bulan pertama kami di sini. Tepat tiga bulan lalu (bolak-balik kalimat aje nih :p), di tanggal yang sama dan hari yang juga tepat sama (Rabu, 5 September 2012), untuk pertama kalinya kami menginjakkan kaki di Poitiers ini. Saya masih ingat dengan jelas pada hari itu di jam saat ini (19.00) matahari masih tersenyum cerah di langit Poitiers. Sekarang, jangankan matahari, bulan pun bersembunyi malu-malu kucing di balik punggung si awan. Saat itu kami masih bisa merasakan kunjungan si musim panas. Sekarang, si penggugur sedang berkemas-kemas untuk pergi sedangkan si dingin sedang melaju dengan kereta tercepat menuju kami.
“Ah, baru juga tiga bulan Ty, jangan lebay deh. Banyak yang udah lebih lama dari pada lo tapi biasa aja tuh.”

Oui, c’est vrai. C’est correct. C’est juste.

Bagi beberapa orang, mungkin tiada artinya tiga bulan pertama hidup di negeri asing. Namun bagi saya, bisa survive melewati tiga bulan pertama saja sudah merupakan prestasi tersendiri. Seperti ibu hamil yang tiap trimester mempunyai arti tersendiri. Trimester pertama ini juga memiliki banyak arti bagi saya.

Masa-masa pengenalan, mencoba dan mengingat rute-rute jalan, tersesat berkali-kali, mencoba untuk pertama kalinya mempraktekkan kemampuan bahasa kami yang pas-pasan, melengkapi dokumen izin tinggal, mengurus dan melengkapi keperluan untuk memulai hidup perdana, mencoba bergaul, mengalami techno shock (mayoritas pelayanan umum bisa dilakukan dengan bantuan mesin dan bukan manusia), culture shock, economic shock, duit shock, bahkan guki shock,… Untungnya tak perlu sampe harus di-DC shock…  (*^﹏^*)

Hal paling menyenangkan bagi saya adalah mengetahui bahwa saya memiliki keluarga setanah air di sini. Meski berbeda sifat, berbeda suku, berbeda pola pikir, pun berbeda keyakinan, namun hanya dengan mengetahui bahwa mereka ada di sini saja sudah merupakan ‘sesuatu’ kalau meminjam istilah mpok syahrini. Memiliki mereka di tiga bulan pertama ini adalah seperti pelipur rindu kami pada keluarga di Indonesia.

Hal paling berkesan adalah saat kami berkali-kali merasakan kemudahan-kemudahan dariNya dalam berbagai kesulitan yang kami temui di sini. Alhamdulillah berkali-kali kami dipertemukan dengan orang-orang yang baik, ada yang dengan murah hati meminjamkan selimut-selimut tebalnya, sengaja mengantarkan ataupun membuatkan masakan untuk kami, memberikan barang-barang yang kami perlukan pada saat yang amat tepat, bahkan ada penjual yang memberikan diskon yang cukup besar pada kami untuk suatu barang yang sangat kami perlukan. (Ni jadi curiga, apa kami bertampang memelas abis ya, hehe…).

Alhamdulillah juga bahwa hingga saat ini kami merasa selalu dijaga dari orang-orang ataupun sesuatu yang tidak baik bagi kami. Yang paling tak ingin saya temui adalah orang-orang rasis yang menolak mentah-mentah para muslim khususnya bila kami mengenakan jilbab. Pernah suatu ketika saya pulang malam dan sendirian, saat itu saya bertemu empat orang rada mabuk yang berbisik-bisik mencurigakan mengenai jilbab saya, alhamdulillah tiba-tiba ada serombongan orang baik-baik yang datang dari arah lain dan mereka kemudian mengambil rute yang sama dengan yang saya ambil hingga saya selamat sampai rumah. Jadi saya tak perlu mengeluarkan kebolehan silat MP saya (yang juga dah lupa sih, hihi…). Subhanallah…

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman, 55:13)

2 thoughts on “Trimester Pertama

  1. tya dan venty..semangat yaa.. endingnya kok serem banget yaa “saat itu saya bertemu empat orang rada mabuk yang berbisik-bisik mencurigakan”…huhu…

    take a good care, indonesia n me missing both of u! :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s