Aksi dan Reaksi


Teman-teman masih ingat tentang Hukum Newton? Hmm… apa yaa? Sepertinya pernah dengar di manaaaa gitu…? Sama, saya juga ingat tapi lupa (*lho, ingat apa lupa?).

Tiga hukum gerak yang dikemukakan oleh Sir Isaac Newton menjadi dasar pada mekanika klasik. Satu-satunya Hukum Newton yang saya ingat hanya Hukum Ketiga Newton yang menyebutkan mengenai aksi dan reaksi. Berikut penjelasan lebih panjang yang saya kutip dari wikipedia:

Lex III: Actioni contrariam semper et æqualem esse reactionem: sive corporum duorum actiones in se mutuo semper esse æquales et in partes contrarias dirigi.

Hukum ketiga : Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah: atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah.

Untuk setiap aksi, terdapat reaksi.

Waduh, bahasan kali ini kok mumet banget sih tentang fisika Ty?

Eh, tapi saya bukan ingin membahas pelajaran fisika dan hukum-hukumnya yang bikin pusing itu. Bukan. Saya bukan ahli fisika kok. Malah dulu sewaktu SMA nilai fisika saya termasuk sedang-sedang saja yang penting cukup untuk lulus. XD… Lha, teyuuuus? Miapaaah? Amacaciiii? *Rrrr…lha malah ‘ngalay’ dot com.

Jadi maksudnya saya cuma ingin mengingatkan diri sendiri. Sekali lagi: untuk setiap aksi, terdapat reaksi. Untuk tiap perbuatan, terdapat konsekuensinya. Untuk tiap usaha, ada balasannya.

Hukum aksi reaksi ini memang tidak sesederhana itu bila diterapkan pada makhluk hidup, terutama manusia. Karena seperti yang dulu pernah dibahas pada postingan Komunikasi Antar Sel, makhluk hidup terdiri atas satuan-satuan organisme hidup bernama sel. Dan dari hasil dari komunikasi yang terjadi antar sel itulah manusia dapat berfungsi. Untuk tiap aksi yang diberikan atau dilakukan oleh makhluk hidup, maka reaksi yang timbul kemudian tidaklah selalu sama. Besarnya reaksi yang timbul bermacam-macam, bisa tersamarkan (silent), amat kecil, sama besar, maupun menjadi lebih besar (yang sering dibilang ‘lebay’). Onset atau waktu timbulnya reaksi juga bervariasi: segera, beberapa saat kemudian, atau lama kemudian, dengan durasi yang juga tidaklah sama.

Berkaitan dengan hal itu, maka patutlah kita selalu memperhatikan apa yang kita lakukan, kita lihat, dengar, katakan… Karena pasti akan ada konsekuensi yang tersedia bagi diri kita, entah itu sekarang, besok, lusa, bertahun-tahun kemudian, ataupun setelah kita meninggalkan dunia ini.

Q.S. Az-Zalzalah ayat 6:

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

“Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.”

Q.S. Az-Zalzalah ayat 7:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.”

Q.S. Az-Zalzalah ayat 8:

.وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.”

Hanya untuk pengingat diri sendiri, Ty, jangan suka eksperimen ngga jelas. Meski dipenuhi rasa ingin tahu, adakalanya dikau kudu mengerem keingintahuan itu dan berhenti. Cukuplah pelajaran yang diberikan oleh kaum-kaum terdahulu bagimu, Ty, dan jangan diulangi…

-Poitiers, le 17 novembre 2012-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s