Tulisan ngalor-ngidul part 4: Tentang mendengarkan


Mendengarkan. Itulah kuncinya yang harus kulakukan. Bukan sibuk mereka-reka pikiran, apalagi menyela perkataan orang. Bukan pula mencari alasan ataupun pembenaran.

Mendengarkan. Satu hal yang seringkali lalai kulakukan. Terlupa bahwa telinga diberikanNya dalam jumlah yang melebihi mulut tak lain karena ku harus lebih banyak mendengar, dan bukan berbicara.

Mendengarkan. Suatu langkah yang sederhana untuk bisa memahami. Namun beberapa orang perlu belajar melakukannya. Bukan karena tak bisa, tapi tak terbiasa dan tak membiasakan diri. Sepertiku.

Ya benar, mendengarkan. Ku harus dan akan belajar melakukannya. Mendengarkanmu, mendengarkannya, mendengarkan kalian, mendengarkan mereka, …

_131112, 00.30, teringat penyesalan-penyesalan karena ku tak mendengarkan_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s