Tu vas aller où? (Where will you go?)


Cerita kali ini adalah seputar transportasi umum yang sering kami pakai di Poitiers. Yah, tak lain dan tak bukan adalah…. ” Bus sekolah yang kutunggu, kutungguuu,,tiada yang datang!”… Eh, bukan, maksudnya BUS sajah. Nah, kalau di Indonesia ada berbagai macam perusahaan bus kota dan bus angkutan umum, uniknya di sini hanya ada 1 perusahaan bus yang dimiliki oleh pemerintah daerah Poitiers, namanya Vitalis.

Untuk menggunakan jasa angkutan bus ini, ada berbagai macam pilihan cara: beli tiket satuan, tiket limaan (carnet), atau berlangganan untuk sekaligus beberapa lama (minggu, bulan, tahun), atau abonemen. Harga tiket satuan adalah 1.30 euro, sedangkan yang tiket carnet (isi 5 tiket) harganya 5.10 euro. Si tiket ini begitu masuk harus kita “jeglek” (compostager) di mesin yang ada di deket si pak supir. Nanti bakal terpotong satu sudutnya dan tercetak tanggal dan jam saat itu. Tiket itu bisa kita gunakan lagi (“dijeglek” ujung yang berlawanan dari yang pertama) jika masih dalam waktu 1 jam dari waktu “penjeglekan” pertama, jadi 1 tiket bisa 2x pakai. Misal kita mau belanja ke toko. Belanjanya jangan lebih dari 1 jam biar bisa pake 1 tiket yang sama. Mengenai hal ini, kadang (sering malah) ada yang nakal, “ngejeglek”nya pas mau turun dari bus (bukan pas naik), atau lebih parah pakai tiket “tua” yang udah lebih dari 1 jam dari penggunaan pertamanya. Ng…jangan diikutin ya, teman. Selain karena kadang ada pemeriksaan petugas, juga karena itu cara yang salah. Mau pergi/pulang kampus masa dengan cara ngga bagus, ntar pas kuliahnya ilmunya ngga berkah dan ngga ada yang nyantol lho.. *sok tuwir*. Eh, tapi ini beneran lho… Selain si tiket, paket-paket lain (langganan dan abonemen) bervariasi harga dan tawaran cara penggunaannya, yang pasti jadi lebih murah daripada tiket satuan (kalau kita sering gunain bus).

Nah, untuk lebih menghemat, karena kami mau ngga mau harus ngebus bolak-balik ke kampus (bisa aja sih beli sepeda, tapi mahal abis..), jadi kami memilih berlangganan setahun khusus untuk pemuda-pemudi, alias Pass Annuel Jeune. Hihihi…maksudnya, khusus untuk yang berumur kurang dari 26 tahun. Paket langganan ini harganya 207.70 euro untuk periode pemakaian selama 1 tahun. Dengan kartu Pass Jeune ini kami bisa menggunakan bus tak terbatas sebanyak yang kami mau, berapa kali pun, sejauh apa pun (asal masih di regio Poitiers dkk). Alamaak, mahal yaak.. tapii coba kalau diitung per 1 kali beli tiket 1.3 euro x 2 kali beli (ini minimal lho, dalam sehari) x 308 hari (hari minggu ngga diitung) = 800.8 euro !! Maaan,,,ckck,,,ogut ngga punya duit sebanyak itu buat ngebus.. :O.

Si Bus Vitalis ini punya 16 jalur yang bervariasi untuk mengangkut penduduk kotanya dari ujung barat ke timur, ke utara, ke selatan kota, dll. Nah, ribetnya (atau mudahnya), karena ada jadwal tetap bus datang dan pergi dari arrêt de bus (halte bus) yang satu ke arrêt de bus lainnya, kita harus memastikan dulu bus jalur berapa yang akan kita ambil, harus menunggu di arrêt de bus mana, berhenti di mana, dan jam datangnya. Jadi, bila kita akan menggunakan bus, jangan baru berangkat pada waktu yang mepet jam janjian atau kuliah. Tapi persiapkan cukup waktu untuk menyesuaikan juga dengan jadwal si bus yang mau kita ambil. *pengalaman berangkat mepet –> nyampenya telat banget* >,<. Jalur bus untuk hari senin-sabtu dan minggu berbeda. Untuk hari senin-sabtu, tersedia jalur bus no. 1 s/d no.13, sedangkan hari minggu dan hari libur yang bisa kita pakai adalah jalur bus A-E. Selain itu, tersedia juga bus yang ‘seliweran’ di tengah malam hingga jelang pagi, namanya Noctambus (N2). Dan jadwal si bus ini bisa didapatkan dengan mudah di pusat-pusat informasi seperti kantor turis, kantor agen vitalis, kampus, dll. Karena saya orang baru, jadi semua jadwal bus saya sikat, hoho… ^o^

Nah, ceritanya lagi, hari ini tadi siang, pulang dari kampus Venty dan saya kepingin nyobain ke supermarket Auchan buat belanja bulanan gitu, yang katanya gede, banyak pilihan, lebih murah, etc. Kemudian janjianlah kami di arrêt de bus voie malraux. Venty akan pulang dulu untuk mengambil tas besar buat nampung belanjaan, dan saya ke La Poste dulu untuk mengirimkan formulir lapor diri ke KBRI yang sudah tertunda seminggu lebih..😄. Pukul 17.30 kami ketemuan di voie malraux, daaan…jeng..jeng..dari situlah awal kami salah arah bus… >,<.

Sebelumnya, kami sudah bertanya pada 2 orang teman (sebut saja namanya Miss N dan Mr. D, xixixi..), tentang jalur bus yang harus kami ambil. “Dari centre ville, bus nomer 4″, kata mereka. Jadi, kemudian dari voie malraux (salah satu halte di centre ville dekat tempat tinggal kami), kami menunggu bus bernomor punggung 4. Point pertama kesalahan kami adalah, kami menunggu di halte yang arahnya berlawanan dengan yang kami tuju (aduduuuh,,,maak). Lihat peta jalur bus di samping? Nah, yang harus kami tuju adalah ke arah sudut kiri bawah, tapi yang kami ambil malah yang ke kanan atas. <*_*>, berlawanan banget kan… Euleuh2,,,si eneng 2 orang ini ngga ada yang nyuadar. Padahal biasanya kalo mau ke tempat yang baru 1x kami coba, kami akan buka peta dan jadwal bus dan menghitung tiap halte bus yang harus dilewati. Ini malah kami tenang2 wee,, cuma menunggu patokan tempat Super U yang harus kami perhatikan menurut salah satu teman kami. Alkisah, setelah lama, merasa melihat tanda Super U, kemudian saya memencet tombol permohonan berhenti untuk turun di halte selanjutnya.

Intermezo: jadi di sini si pak sopir ngga menghentikan busnya di tiap halte yang dilewati, hanya kalau ada orang yang mau naik atau turun saja bus akan berhenti. Kalau di Indonesia, bukan hanya di tiap halte si bus ato angkot berhenti, di pinggir jalan atau bahkan di tengah jalan sekalipun pasti bakal berhenti kalau liat orang jalan kaki (dikira tiap orang jalan kaki yang lewat mau naik kali ya), terus ngetem lama banget nunggu penuh.

Setelah turun, kami kebingungan, lha..iki ndi toh? Kaya daerah sepi yang ngga ada tanda-tanda si supermarket gede Auchan. Oo…rupanya saya salah pilih tempat berhenti. Mungkin masih beberapa halte ke depan. Akhirnya kami jalan ke halte berikut dan memutuskan menunggu bus berikut.

Datang bus berikut (nomor 4 juga), maka kami naiklah sambil bertanya pada si pak supir untuk meyakinkan, “Permisi Pak, kalau kami mau ke Auchan, naiknya bus ini ya?”. “Iya betul, betul, tetap saja di bus ini”, katanya (senangkep kami, artinya, wkwk…). Merasa lega, kami duduk, sambil mencari-cari di mana peta si Dora, eh peta jalur bus nomor 4 yang biasanya saya bawa-bawa. Setelah menemukannya, kemudian kami bermaksud meyakinkan dengan menghitung halte yang tersisa. Pas mau dihitung,,,lho lho lhoo…kok si busnya berbalik arah ya? Wah, kami kebingungan abis, ini bus kok malah balik arah menyusuri jalan yang sudah kami lewati tadi? Lha tapi si bapak supir tadi bilang iya ke Auchan, apa salah komunikasi yak? (Beginilah nasib comprehension oral yang kurang bagus, hiks..) Akhirnya kami dengan PeDe masih belum menyadari arah yang benar, memutuskan turun. Setelah turun, kami menyeberang dan kembali menunggu bus bernomor cantik 4 untuk ke arah yang seperti semula. Bus datang dan kami pun naik. Ternyata eh ternyata,, itu bus terminusnya di halte yang kami tadi naik bus untuk balik arah. Waduh…kumaha sih, ieu?? Di mana sih, Auchan nya? “Mungkin jalan lagi Ven, beberapa menit”, kataku sotoy abis. “Tapi kok Ty, ini kayanya dah akhir batas kota ya (Buxerolles), dan itu kaya jalan tol?”, nunjuk jalanan di depan. “Ngg….sebentar Ty, kayanya kemarin Nong bilang….bla..bla..”, kata Venty sambil nginget2. Sampai akhirnya… “Wadooh,, kayanya kita salah arah bro!”, sambil buka peta Dora lagi. Lha…iya, kami salah ambil arah bus, harusnya di “ujung kulon” satunya, bukan ujung yang ini. Sewaktu di voie malraux pertama tadi, kami menunggu di halte yang salah arah, seharusnya kami menunggu di halte seberangnya! Walah… cepet2 kami balik ke halte terminus tadi. Ups, untungnya sudah ada satu bus bernomor 4 (lagi..==’) menunggu di sana. Sekali lagi kami tanya si bapak supir, “Pak, kami mau ke Auchan, naik bus ini ya?”. “Ah, ya betul”, jawab si supir dengan yakin ainul yakin. Akhirnya kami duduk dengan lemas dan kembali melihat peta si Dora. Hiyaiks,,betul, centre comercial Auchan berada di halte akhir (terminus) dari arah yang berlawanan dari tempat kami berada sekarang (Buxerolles)… Acapede.. >,<

_Poitiers, le 3 octobre 2012_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s