C’était un beau jour… (It was a beautiful day…)


Di Poitiers, kami tinggal di centre ville (pusat kota), yang jaraknya 5 menit dari kampus dengan menggunakan bus. Jarak 5 menit bus itu, pernah kami coba tempuh dengan berjalan kaki. Ceritanya nih, mencoba kebiasaan jalan kakinya orang sini… Daan, eng ing eng…alhasil, nyampe rumah betis jadi bekonde, telapak kaki nyut-nyutan, encok dan tepar. Lha wong kami menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih 1 jam! Hihihi… Sapa suruh juga ya, keras kepala nyoba jalan kaki…😄

Tinggal di centre ville, punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihannya… ya biasa lah, namanya tinggal di pusat kota, deket sama keramaian, pusat kegiatan kota, pusat informasi turis, banyak resto dan cafe… Minusnya, jauh dari kampus (harus ngebus), jangan coba-coba berangkat mepet waktu, soalnya busnya terjadwal dan ngga akan bisa ditunggu dengan harap-harap cemas kaya di Indonesia kalau bukan jadwalnya datang. *Kapok dateng telaaat..hiks*

Meski kami jadi pelanggan setia bus, tapi untuk mencapai arrêt de bus (halte bus) kami kudu jalan kaki dulu lho… Dan, yang namanya jalan di sini itu berarti jalan kaki minimal 5 menit. Dan jalan kakinya orang-orang sini sama dengan kalau kita ikut lomba jalan cepat. Entah kenapa, mereka selalu jalan dengan cepat bak dikejar makhluk kasat mata di belakangnya. Dan kami yang jalannya lambat, serasa jadi penghalang di jalan. Kaya mobil beraki soak nyaris mogok di tengah jalan tol. Maka dari itu, kemudian kami pun berusaha menyamai kecepatan jalan orang-orang di sini. Wah, dengan banyaknya jalan kaki yang sudah kami lakukan, andai ada timbangan di depan mata, dengan tanpa ragu dan amat PeDe kami akan menjejakkan kaki di atasnya. Ceritanya, kurusan nih, xixixi….🙂

Aduh, prolognya kepanjangan deh. Kalau gitu langsung aja. Di suatu hari yang indah, di mana masih ada sinar matahari yang hangat, kami mencoba menyusuri sudut-sudut kota Poitiers dengan berjalan kaki. Ngga sudut juga sih, yang ditengah maksudnya. Beberapa malah di Bressuire (kalo ini jauh, jadi jalan-jalannya dengan mobil teman kami, nebeng gitu deh, he..). Bressuire adalah suatu kota di dekat Poitiers. ^^

Berikut sedikit laporan hasil perjalanan kami, selamat menyaksikan…🙂

Ini adalah L’église Montierneuf (Gereja Montierneuf). Lha,, gambar pertamanya gereja. Hehe.. soalnya, seperti di Indonesia yang tiap beberapa ratus meter nemu masjid. Di sini, tiap beberapa ratus meter nemu gereja. Dan gereja-gereja di sini amat bersejarah (secara, Poitiers itu kota tua dengan banyak gedung tua) dan jadi tempat turisme.

Ini mah di tengah jalan yang sedang kami susuri. Kalau anda jeli, di tangan saya ada “kitab” kecil ngga suci yang pada awal kedatangan kami di sini selalu dibawa-bawa ke manapun. Yoa, itulah si kamus kantong indo-prancis, prancis-indo. Maksudnya biar PeDeh gitu kalo mau ngomong ngga tau artinya atau sebaliknya jadi bisa langsung intip kamus. Eh, nyatanya mah ngga kepake tuh, hehe,, kalo ngomong yang susah-susah kami campuradukin sama bahasa inggris dan bahasa isyarat, wkwkwk… *semoga guru b.prancis kami ngga kecewa geleng-geleng kepala*

Di dekat residencetempat kami tinggal, ada tamannya lho! Dan yang bikin saya suka, karena si Guki dkk dilarang masuk di sini!! Huwahahaha,,, puass deh. Secara di sini mereka banyak banget, dibawa jalan-jalan terus sama empunya. Dan ukurannya bo, bukan cuma yang imut doang tapi juga yang ampe segede-gede gajah! (lebay,, tapi suwer deh, gede banget.. >,<)

Nah, ini juga gereja, namanya Gereja Notre Dame. Ternyata, yang namanya Notre Dame ngga cuma ada di Paris, tapi juga di berbagai kota di Prancis, punya notre dame nya masing-masing. Gereja yang ini, kalau ngga salah,warisan abad ke 11 ato 12 gitu… Nah, itu jadi warna-warni karena dikasi lampu proyektor berwarna. Tontonan ini cuma ada di musim panas, dan kebetulan kami sempat menyaksikannya di suatu malam terakhir musim panas…

Nah, ini di suatu puri di Bressuire. Lupa nama purinya, tapi yang jelas bersejarah lah, hehe… Di sini banyak pemandangan dari ketinggian (semacam bukit gitu) dan bagus euy. Di halaman si puri ada semacam taman yang kembangnya masih cantik berbunga. (Ingat, ini memasuki awal musim gugur, yang seharusnya semua tanaman akan berlomba-lomba menggugurkan atributnya)..

Aha…! Inilah dia si gedung balaikota, yang beken di sini dengan sebutan L’HÔTEL DE VILLE atau La Mairie. Di depannya, ada semacam tempat kongkow-kongkow artistik warna-warni gitu. Kalau siang, banyak orang duduk leha-leha di situ bak berjemur di matahari. Maklum, matahari di sini amat dirindukan dan dinanti orang-orang. Dan sayapun kini “selalu menanti matahari”.. ^0^

Empat foto ini diambil di Parc de Blossac, semacam taman kota yang gede gitu. Sebenernya bisa ditempuh dengan jalan kaki (yah, sekitar 15-20 menit lah). Tapi karena kami sudah langganan kartu bus, jadinya kan sayang tuh kalo ngga digunain, jadinya kami pilih ngebus deh, hehehe… Waktu itu hari Minggu, sedang ada kegiatan pameran pertunjukan berbagai asosiasi yang ada di Poitiers. Tiap asosiasi mendapat kesempatan unjuk kebolehannya di sini, mulai dari asosiasi olahraga kendo, kegiatan amal, kesehatan, hingga kesenian yang berupa tari tango dan tari perut juga ada… ==’. Begitu ngeliat asosiasi aikido (semacam martial arts asal Jepang, jadi teringat Merpati Putih ku di SMA. Huwaaaa, kangen SMA, pengen ketemu para MP lovers lagiiii … T.T. Waktu pameran asosiasi kemarin itu, di taman ini jugga ada untanya. Unta beneran lho! Tadinya kami mau naik (mau naya dulu, sewa berapa, dan keliling sampai mana) dan juga mau berfoto sama si unta cantik, tapi ngga bisa jadi kesampean, soalnya udah keburu dinaikin sama orang lain. Kami kurang cepat bertindak, heuu….

Hoho,,beginilah aksi aye kala bertualang di jalanan kota. Ini diambil sewaktu kami jalan kaki pulang dari kampus ke rumah, yang jauhnya sejaman entu, ckckck.. Dan yang bikin tambah berat, kami bawa-bawa belanjaan gitu. Liat kan, di tangan saya ada wortel segedumbreng? Eh, itu bukan hasil nilep lho (gimana bisa wortel sebanyak itu ditilep?), tapi udah bayar. Terus kenapa ngga diplastikin? Soalnya, plastik belanjaan di sini b-a-y-a-r, alias ngga gratis. Makanya biasanya, kalo belanja, orang-orang udah persiapan bawa plastik belanja yang gede dari rumah, atau bahkan tas koper atau backpack. Pertama kali liat, ngerasa aneh, lha kok orang-orang pada masukin barang ke tas gembloknya (sebelom bayar di kasir, jadi kaya ngutil gitu). Eh, ternyata terus di kasir dikeluarin semua, dibayar, terus dimasukin lagi ke tas supaya gampang dibawa. Di sini berpegang pada azas kepercayaan. Bahkan ada kasir otomatis, di mana kita melayani diri sendiri, mulai dari menscan harga barang yang kita beli sendiri dan kemudian membayarnya. Kalau di Indonesia, wah, bisa bangkrut deh supermarketnya…😄. Tapi satu hal yang kusuka dari Indonesia adalah, karena toko-toko buka sampai hari Minggu dan bahkan ada yang 24 jam selalu buka. Di sini? Ckck…jangan harap nemuin ada toko buka di atas jam 21.00, sabtu-minggu pun tutup. Kalau mau belanja darurat pas weekend, beuh,,,susahnya minta ampun nyari toko. Kayanya kalo ngga salah ada satu toko buka 24 jam, tapi lupa di mana (waktu itu cuma liat dari bus yang jarang dinaikin)…

Ini juga di Bressuire, di puri yang ‘itu’. Bagus yah lukisan sayah? Kekekekekeke…. *Ngga ada yang percaya* :p. Bressuire, kota yang ‘tenang’, kalau dibandingkan dengan Poitiers. Lebih sedikit manusia (kalau binatangnya saya ngga tau menau) daripada di Poitiers. Macamnya Pati gitu, kalo di Indonesia, kota yang cocok untuk para pensiunan, ups.. Maksudnya, kotanya tuh tenang, damai, amboy, semriwing… Lho??? Semriwing?😄

So, it was a beautiful day, right? *mekso, he…*. Lha, kok jalan-jalan teyuuus siiih? Hehehe… Eh, tapi, jangan salah, jalan-jalan menyusuri kota juga menjadi salah satu tugas-tugas kami lho. Beneran, Tiga hari ini, kami diharuskan menyusuri jejak bersejarah di Poitiers. Benar-benar jalan kaki, dikasi kata-kata petunjuk dan foto, di minta menjawab pertanyaan yang jawabannya akan kami temukan di tempat yang kami tuju. Bersama-sama dalam satu tim yang terdiri dari berbagai suku bangsa (Swedia, Ghana, Jerman, Mexico, Korea, Hongkong, dsb..), kami berusaha keras ‘berkomunikasi’ untuk memecahkan misteri petualangan si Dora… :p.

_Poitiers, le 30 Septembre 2012_

2 thoughts on “C’était un beau jour… (It was a beautiful day…)

  1. wahahaha…..bener banget….*pengakuan saksi mata ^^v
    jangan2 krn kebanyakan jalan( yg membuat betis kita berkonde) yg mnyebabkan sepatu boots( sebetis) banyak yg g muat pas dicoba… wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s