Chère Diary, aujourd’hui on mange… (Dear Diary, hari ini kami makan…)


Sebagai imigran baru di negeri Paman Napoleon ini, kami tak hanya mengalami culture shock, tapi juga ‘duit shock‘. Hahaha,,entah berapa kali sudah saya gunakan istilah ‘duit shock‘ ini. Lebay? Ng…mungkin yah, tapi bagi saya, sungguh tak mudah beradaptasi dengan mata uang Euro. Biar kata banyak senior pendahulu bilang, aturan pertama hidup di sini adalah: jangan mengkurskan harga di sini ke rupiah! Tapi… Nyatanya kami selalu melupakannya dan pasti selalu membandingkannya ke rupiah. Mungkin jiwa perhitungan udah mendarah daging kali ya, xixixi….

Jadi, untuk hidup bisa lebih hemat, maka saya dan venty memutuskan untuk colocataire (sewa bareng satu apartemen/kamar, red.). Meski banyak yang bilang, “wah, nanti bahasa prancisnya majunya lambat lho!”, “awas nanti berantem usir-usiran lho!”, “yah, ngga bebas tuh, ketergantungan pasti nanti..”, dsb. Tapi kami tetap maju jalan dengan keputusan ini. Beberapa kali goyah, tapi setelah bikin pertimbangan pake SWOT (strength, weakness, opportunity, treat) jadi masa bodoh lah apa kata orang. Tinggal gimana menyiasati kelemahan dan sisi negatifnya aja. Istilahna, anjing menggonggong, putri cantik berlalu, wkwkwk….😄

Mini kitchen and dining table

Termasuk untuk menghemat budget makan, maka kami memutuskan untuk masak sendiri saja. Karena di kamar residence yang kami sewa, sudah termasuk dapur mini. Teplon sudah jauh-jauh dibawa, dan panci sudah dibeli, harus dimanfaatin sebaik-baiknya, hoho…

Berikut adalah pengalaman makan kami di hari-hari pertama kedatangan kami di sini. So…let’s get started…

5 September 2012: Hari pertama kami sampai di Kota Poitiers. Capek setelah perjalanan jauh, tiba di kamar yang sanggup dilakukan cuma masak nasi dan ngangetin serundeng bekalnya Venty, mandi, terus lekas tidur bak orang mati.

6 September 2012: Hari kedua, buat sarapannya kami pilih yang praktis: cereal + susu, dan roti baguette. Ng…tentang roti baguette ini, ternyata tak seperti bayangan saya sebelumnya. Ta kira enak, manis, dan macamnya roti-roti lain di indo, lembut gitu. Eh, ternyata yang ada malah keras (dipotong pake pisau aja susahnya naudzubillah…ckck…), ga ada rasanya, ngga enak. Akhirnya ta celupin aja di cerealnya biar rada lembut dan berasa dikit.

Karena sarapannya kesiangan dan terus kami keluar jalan-jalan di sekitar residence, akhirnya makan selanjutnya yaitu makan malam, kami pilih di ‘warteg’ Kebab yang kami lewati pertama kali saat jalan-jalan. Di sini, karena susah cari makanan halal, yang bisa dibilang lebih aman dan terjamin makannya hanya 3: kita masak sendiri, atau makan di tempat (rumah/resto) orang-orang keturunan ‘arab’ (macamnya kebab ini), atau makan seafood, yang sayangnya seafood di sini kejam sekali ngasih harga pada konsumennya (mahal, red.). Kebab di samping ini sebenernya sandwich kebab, yang kami beli dalam paket mahasiswa seharga 5 euro (beserta minumannya). Mahal ya bro! Dan porsinya itu lho,,,kalo ngga bener-bener lagi laper, mending pesennya 1 aja buat berdua deh.

7 September 2012: Hari ke-3, kami belanja barang-barang kebutuhan untuk kebersihan: sabun cuci piring, sabun cuci pakaian, sapu, pel, lap, dll. Besok-besoknya juga masih tetap sesekali belanja untuk barang-barang yang masih dibutuhkan. Memang dari pengalaman teman-teman sebelumnya bilang, pengeluaran bulan pertama itu,,, ngeeek, bikin leher tercekik dan sesak napas bro… (lebay lagi  –a). Oiya, paginya kami sempet sarapan, mie goreng/ indomie rebus + omelette. Mie nya bawa dari indo lho,he… Hasil inisiatip Venty bawa banyak makanan n bahan makanan. Merci bcp, Ven😀. (Ko gw lupa abis untuk bawa mie dkk ya… ^o^). Malemnya (yang disebut malam di sini berarti matahari masih senyum cemerlang di pukul 19.00), diajak makan di luar sama Wahid di resto cepat saji macam KFC, namanya Quick. Supaya lebih terjamin, akhirnya yang dipesan adalah Fish Burger, yang ternyata harganyaaa….7 euro! Maaaak…

8 September 2012: Ha… Karena hari kemarin sudah berboros-boros ria, maka hari ini kami bikin masakan sendiri. Sstt.. yang disebut kami, sebenernya itu Venty yang adalah Chef kepala di sini, secara ogut ga bisa masak kecuali mie, omelette, air, nasi, nggoreng, wkwkwk…😄. Siangnya kami mencoba membuat makanan yang khas di indo. Kami kangggeeeeen masakan indonesia!! Jadilah … jeng-jeng…: Naci pecel+serundeng!! Hohoho… Nah, untuk makan malamnya kami membuat kentang tumbuk+omelette kembang kol. Hmm..enak lho! C’est magnifique !

9 September 2012: Aha! Hari ini kami mencoba membuat yang lebih wah lagi. Kami? Ngg.. Venty kamsudnya, xixi… Sarapan pagi (sebenernya sampe nyaris jam 12 juga sih, tapi masih berasa jam 9 pagi) kami membuat nasi+ capcay ala blasteran china-itali + kembang kol goreng! Hahahaha…Lha, emang ada cap cay blasteran? Wkwkwk, berhubungan bahan makanan dan bumbu terbatas, jadi harus kami sesuaikan dengan keadaan, jadinya yah,,gitu deh, rasanya campuran antara hasil masakan china dan itali. Hehe… Pinter kan kami..?XD (#narsis). Makan malam, kami membuat makanan yang berbahan utama: roti baguette! Pasalnya, ternyata itu baguette expired dalam 4 hari, jadi kami kalang kabut cari akal buat cepet-cepet ngabisin sebelum expired. Dengan struktur yang keras dan tak berasa, akhirnya kami coba memanggang si baguette (sebelumnya diiris-iris dulu dan direndam susu), dikasi gula + coklat meises + keju. Lha, kalorinya gimana tuh, mbak? Ahahaha, di sini, kalori nomer sekian deh, yang penting survive dulu aja, wkwkwk… ;p

10 September 2012: Masih dengan tema yang sama dalam rangka menghabiskan baguette, makanan hari ini kami buat dengan bahan utama baguette. Hehehe… Yang kami buat hari ini adalah: Burger baguette rendang cap tibo-tibo muncul! Wkwkwk… Baguette dipotong dua membujur untuk bisa diisi. Terus dikasi serundeng dan sayuran (sebenernya cuma bawang bombay, sih.. :D). Ditambah kentang goreng dan sambel ABC/indofood, hm… mantabs bro! Oiya, berkaitan sambel, di sini tuh ko kayanya ngga ada ya sambel pedas macam ABC/indofood. Yang ada cuma saos tomat (yang haseeeeuum banget), atau pepper. Aiih,,, emang di sini tuh kurang beragam rasa-rasa masakannya… Apa mungkin juga karena beda lidah ya, lidah kami orang indo, papila pengecap lidahnya udah adaptasi sejak lahir dengan masakan indo yang variatif rasa…😄

14 September 2012: Chère Diary, aujourd’hui on mange… (Dear Diary, hari ini kami makan…) nasi + perkedel + oseng wortel dan kembang kol. Bagaimana penampakannya? Menggugah selera kan? Hohoho… Mba veny bilang, rasa dan tampilan nomer 2, yang penting matang dan bisa dimakan dululah..😄. Jadi nyesel ya, di semarang ngga nyuri ilmu masaknya mba ven+mb hesty+bu kos. >.<

15 September 2012: Paginya (hari ini hari Sabtu), kami ke pasar tradisional Notre Dame. Yak, dinamakan demikian karena letaknya di satu plasa dengan Gereja Notre Dame. Dan, jangan salah duga ya, kawan. Yang namanya pasar tradisional di sini, belum tentu lebih murah ketimbang di supermarket. Yang ada malah beberapa barang lebih mahal di pasar tradisional ini. Saran dari Christine (istrinya Prof.pembimbing kami di sini), kami jalan-jalan dan lihat-lihat dan bandingkan harga-harga di semua tempat: pasar tradisional, supermarket (Geant/carrefour dkk), pameran-pameran/bazaar. Karena semua harga selalu berubah tiap beberapa waktu. Ah, kembali ke tema masak dan makanan kami hari ini, kami membuat sambel ala indonesia! Hohoho… Berbekal cabe kering dari Indonesia, beli tomat chery dan kol di pasar, jadilah kami nyambel kebab (lagi-lagi kebab.. >_<) + perkedel dan ngelalap (cuma kol sama terong goreng sih, he, tapi dahsyat meen..!!). Sambelnya itu, bo, asli mantab abis!

Lha,,,ini kok, kerjaan setelah nyampe sini kebanyakan makannya sih? Hihihi,,,iyah, secara kami nyampe lebih awal ketimbang jadwal (pendaftaran, dsb.), jadi kami punya waktu untuk adaptasi dan jalan-jalan dulu. Alhamdulillah minggu pertama lewat dengan baik, semoga begitu pula dengan minggu-minggu berikutnya, amiin… Nah, ogut ama Venty mau ngurus bank+KBRI dulu nih, kapan-kapan baru lanjut lagi y.. Ciao! ^o^

Poitiers, le 21 septembre 2012_

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s