PERJALANAN KE NEGERI SEBERANG bag.1


Banyak kejadian yang ingin diceritakan dari pengalaman pertama ke negeri seberang. Pengalaman pertama? Berarti ntar ada yang kedua, ketiga, dst.nya dong? Amiiiin…

Begitu banyak hal baru dan membingungkan untuk saya. Untunglah saya tak sendiri, tapi bersama dengan Venty, hingga segala hal terasa lebih ringan. Kami memulai perjalanan panjang dari tanah air menuju negeri seberang ini dengan membawa koper super gede, punya saya seberat 26kg dan Venty 30kg. Di luar itu, kami masing-masing masih membawa ‘gembolan’ ransel gede dan 2 tas jinjing berisi buku-buku. Banyak barang dan buku-buku yang ingin dibawa, namun apalah daya kami hanya dua orang gadis manis polos (huaaatcchiiih..!!:p) yang tak kuasa membawa itu semua. Setelah putar otak, bolak-balik keluar masukin barang, pilih-pilih buku, jadilah hanya barang-barang seberat tersebut di atas yang bisa kami bawa. Aiih,, pingin rasanya minjem tenaga mas Ade Rai yang berbiseps dan triseps segede bonggol pohon, berperut cetak six pack, berotot kaki yang kokoh dan mangstabb….😄

Di Soekarno-Hatta saya berjumpa Venty yang sudah memulai perjalanan lebih dulu dari Semarang. Dan bahkan, di Soetta kami masih bongkar muat koper dan tas-tas kami! Semua itu dilakukan supaya kami bisa lewat imigrasi tanpa banyak kesulitan, dan tentunya supaya kami bisa membawa semuanya itu dengan posisi yang se-ergonomis mungkin. Walaupun tak mungkin bisa ergonomis, tapi minimal mengurangi risiko cedera otot et causa keberatan luggages.

Saat akan check in dan mengantri, beberapa kali kami disapa, ditanya, “Mba, cuti berapa lama?” (Hah?), “You will go to Arab?” (yes, and no),….

Jangan-jangan kami dikira TKW yah, kok bawaannya segedumbreng, xixixi… Yah, stay cool aja dah and cuek bebek… ^o^

Check-in dan imigrasi di Soetta bisa kami lewati dengan lancar dan sukses tanpa banyak cincong. Kedua koper kami sukses masuk bagasi tanpa charge tambahan. Sebelumnya, saat hilir mudik di Soetta, masih bisa kami nikmati sebab luggages kami bisa didorong dalam troley. Nah, begitu akan masuk pesawat, kami harus masuk wilayah yang sudah tidak boleh dimasuki troley. Dan dimulailah derita kami membawa sisa luggages yang tidak masuk bagasi. Tiba-tiba dari seorang gadis manis polos kami harus berubah menjadi gadis atlet angkat besi dadakan. Jreeng…. Alamaaaak….. >_<. Saking beratnya, saya yakin kalau saat itu ada olimpiade angkat besi,barangkali kami bisa jadi juara harapan.

Boarding di Soetta hari Selasa, 4 September 2012 pukul 12.20. Saat berjalan memasuki pesawat Saudi Air, berkali-kali kata “maaf/sorry/permisi/excuse me” harus diucap. Pasalnya dengan bawaan di depan belakang kanan kiri, kami berkali-kali menyenggol orang lain. Menaikkan barang bawaan ke tempat penyimpanan di kabin pesawat juga sangat tidak mudah. Dengan ajaib kami bisa meletakkannya dengan aman di atas kepala kami.

Pesawat take-off pada pukul 13.05, sesuai dengan yang dijadwalkan sebelumnya. Saat take-off, berbagai macam doa yang bisa diingat kami rapalkan. Apalagi saya, saya mencengkeram lengan kursi pesawat dengan kencang saking tegangnya. Untungnya kuku jari saya pendek (hasil kreasi gigi saya, hehe…), kalau panjang mungkin tuh permukaan lengan kursi dah jadi sobek. Masalahnya selama hidup, saya baru 3x naik pesawat, dan itupun hanya selama 1 jam. Jadi, untuk kali ini, menggantungkan hidup saya di langit selama 8 jam sangat membuat saya takut. Walaupun takdir bisa menjemput siapapun di manapun dan kapan pun. Namun, pesawat bagi saya tetaplah yang terseram. Ada berapa sih, korban kecelakaan pesawat yang bertahan hidup? Bisa dihitung dengan jari….

Untunglah ada ‘layar monitor’ di tiap tempat duduk penumpang jadi selama 8 jam perjalanan itu bisa kami lalui tanpa harus merasa bosan. Ditambah 2x makan yang menunya aduhai bro… Dan jangan salah, 8 jam itu masih belum mengantarkan kami ke tujuan akhir kami, tapi hanya tempat transit kami untuk kemudian melanjutkan perjalanan lagi dengan pesawat selanjutnya. Di pesawat dibagikan selimut, odol+sikat gigi, penutup mata untuk tidur, kaus kaki, dan headset (untuk ‘ditancepin’ ke kursi di mana kami duduk supaya bisa menikmati acara yang kami pilih di layar monitor). Dasar norak, karena seumur-umur belum pernah menikmati fasilitas layar monitor di pesawat, jadilah semua pilihan acara yang ada di situ saya coba-coba, xixixi… Sayangnya di akhir perjalanan, selimut dan headset ditagih kembali oleh para flight attendants, hiks.. Padahal selimutnya halus dan lembut, ringan dan wangi, plus sangat hangat, kan lumayan tuh kalo bisa dibawa, hehe…

Kami transit di Riyadh, landing pukul 17.45. Lho,,kok, katanya 8 jam,kok masih jam 17.45? Yaiyalah, 17.45 waktu Riyadh, jadi kalo di tanah air dah sekitar jam 10 malem bro… (Katronya, saya baru inget tentang hal ini pas di Riyadh, wkwkwkwk…. XD). Berhubung sudah mau maghrib, jadi kami ingin segera mencari toilet dan mushola. Keluar dari pesawat, dengan barang bawaan yang makin lama makin terasa berat, kami mencari-cari petunjuk arah di King Abdul Aziz Airport. Celingak-celinguk,, ke mana yah orang-orang. Akhirnya di tengah lorong setelah bersepakat dengan Venty, kami putuskan untuk ‘ngaso’ dulu sebentar di situ. Untung ada tempat duduk, jadi kami tak perlu ‘ngegelesor’ saking beratnya barang-barang.

Sedang asyik menyelonjorkan kaki istirohat, tiba-tiba datang seorang petugas Arab dan bilang, “You’re arrested!!!”. Eh,, salah ding, “You’re transit for going to France?” (Yes). “You must go there (nunjuk ke ujung lorong) and wait there!” (Oh, ok, sorry, thank you). Aih… ya sudahlah, mengerahkan tenaga sedikit lagi untuk mencapai tempat yang ditunjuk tadi. Ternyata di sana ada gerbang pemeriksaan bagi yang transit dan sudah menunggu orang-orang yang juga transit untuk ke Perancis. Sepertinya kami adalah orang terakhir yang sampai di situ. Setelah kami sampai, beberapa saat kemudian gerbang tersebut dibuka dan kami kembali mengantri. Setelahnya kami diminta naik ke ruang tunggu gate.

Di dekat ruang tunggu gate itu kami menemukan musholla, tepatnya ‘Ladies Pray Room’. Aseek, langsung saja kami masuk ke sana dengan membawa barang bawaan kami. Begitu di dalam, ternyata betul-betul hanya tempat solat dan tak ada tempat wudhu. Jadilah kami bertanya pada Ibu petugas di situ, “Excuse me, where is the toilet?”. Ia menjawab, “bla..bla…bla…” ditambah gerakan isyarat tangan ke kanan ke kiri…. “And there is place where we can take wudhu..?” (Yes, there is…bla…bla…). Dan ia menunjuk kami sambil bilang, “kalian bisa gantian, satu ke toilet dan satu menjaga tas di situ”. Hoo…, kami mengangguk-amgguk. Okeh..  Setelah berunding, jadilah saya dulu yang ke toilet. Namun, entah karena bahasa Inggris saya yang jelek atau saya capek jadi saya sebenernya ga ngerti sama penjelasan arah si Ibu tadi. Jadilah di luar tempat sholat, saya bertanya lagi pada petugas lain. Nah, kali ini saya bisa mengerti dan segera menuju toilet. Sekembalinya dari toilet, gantian Venty yang mau ambil wudhu. Eh, terus Venty nanya, “eh toiletnya di mana sih?”. “Hiyyaa,,, lah jadi tadi lo juga ga ngerti penjelasan si ibu tadi Ven? Gw kira gw doang, hehehe. Makanya tadi gw nanya lagi pas di luar. Toilet di….bla..bla..bla…”. Nah, dah ngerti ya teman, mengangguk-angguk belum tentu berarti mengerti, bisa aja berarti ngantuk, wkwkwk…. :p

Pas mau solat (juga gantian), kami berbisik-bisik, diskusi, kayanya mba-mba bersama anak kecil di sebelah kami adalah orang Indonesia juga yang mau ke Perancis. Hehehe,,,jadilah kami sepakat untuk menyapa dan berkenalan. Kalau kalian akan pergi ke suatu negeri yang sama sekali asing bagi kalian, memperbanyak kenalan dan memperluas jaringan di sana sebelum berangkat adalah hal yang sangat penting. Dengan banyaknya kenalan, kita bisa bertanya tentang banyak hal dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat lebih mudah beradaptasi dan ‘survive’ di sana.

Kami berkenalan, namanya, Mba Ita (Venty memanggilny Bu Ita), yang bersama anaknya, Ilhan, akan pulang ke Perancis. Pulang? Iya, sudah 10 tahun Mba Ita tinggal di Negeri Paman Napoleon, tepatnya di kota tempat si La Tour Eiffel, Musée du Louvre, Arch du Triumph, Point Zero de Notre Dame, dkk berada. Maka kemudian Mba Ita langsung kami berondong dengan banyak pertanyaan yang ada di kepala kami. Hehe,,, maaf ya, Mba… Walaupun banyak dari pertanyaan itu sudah pernah kami tanyakan pada teman / kenalan kami yang lain yang ada di sana, namun tiap jawaban tak sama dan kami dengan senang hati menampung banyak pengalaman dari yang lain untuk kami cermati. Apalagi kami masih punya waktu hingga boarding pada pukul 10.20

Beberapa saat mengobrol, karena haus dan botol minumnya tertinggal di pesawat, Venty ingin membeli minum. Jadi kemudian kami keluar sebentar dari tempat solat dan barang-barang dititipkan pada mbak Ita (hiks,,,maaf lagi ya, Mba… >.<). Keliling di ruang tunggu tersebut, akhirnya kami melihat semacam mini market di sana. Setelah mencari-cari, kami tak menemukan sebotol air mineral pun yang dijual di situ. Akhirnya karena sudah malas mencari di tempat lain, kami putuskan untuk bertanya pada petugas di kasir. Dengan PeDenya saya tanya, “excuse me Sir, is there a bottle of drink water…?”. Dia menjawab, “oyes..” dan kemudian menyodorkan sebotol kecil air minum. “How much does it costs?”. Dia bilang, “No,, just take it, free..”. Lha, dengan ragu-ragu kami tanya lagi, bener ngga nih, terus dibilang ngga usah bayar… Dengan senang hati saya pergi dari tempat itu dengan Venty, berpikir, wah, ternyata orang Arab baik-baik, atau mungkin memang disediakan khusus / fasilitas. Ngg…setelah berpikir sejenak, melihat ke tempat lain, kami melewati stand penjual makanan yang di situ dijual air minum botoldan ada orang yang sedang ngantri membayar… Jiaaahh,, hadeuu, ngga gratis kok, setelah mikir-mikir lagi, haishh…jangan-jangan kami dikira imigran TKW dengan tampang letih lesu begitu, makanya jadi dikasihani…. Ohlala….  Mungkin tadi kami dikira minta air, mungkin harusnya tadi pertanyaannya, “excuse me Sir, is there a bottle of drink water to be bought?”…O_o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s