KOMUNIKASI ANTAR SEL


Apalagi kali ini? Hohoho,,,maap eke mungkin bikin pusing yah, tapi cuma mau berbagi aja dari apa yang telah ku baca… Mau ditutup tab website ini, silahkeun,,tak kularang, tapi ditutupnya abis baca yah, xixixi…😄

Kenapa sih,kali ini harus bahas komunikasi sel? Ngg… kenapa yah? Kasih tau ga yaa…? :p

Ngga ada maksud khusus sih, cuma karena topik ini masuk ke dalam bahan ujian eke hari senin besok. Tolong doain ujian sayah yah, teman-teman.. J  merci beaucoup.. ^^

Jadi begini…  Awal cerita adalah bahwa tiada makhluk hidup yang dapat hidup sendiri, termasuk manusia. Kalo ada gosip mbah-mbah gunung yang hidup sendirian di puncak gunung tanpa pernah bicara sama orang lain, aye ga percaya. Orang paling eksentrik sendirian bertahan hidup, aye juga ga percaya kalo tu orang sama sekali ga komunikasi sama orang lain. Pasti ada saatnya mereka-mereka itu komunikasi sama selain dirinya, minimal hewan yang ditemui atau hewan piaraan atau tanaman tetumbuhan. Kenapa gitu? Pasalnya, unit terkecil makhluk hidup yang ngetop dengan sebutan ‘SEL’ (cell) aja selalu berkomunikasi dengan sel-sel lainnya dalam tubuh, masa manusia ga komunikasi? Kate orang betawi ni ye, “duile..sombong beut dah…”

No cell live in isolation, particularly multicellular organism

Manusia kan multicellular organism. Lah, buktinya sel-sel saling berkomunikasi apa? Hmm..lihatlah dirimu, diriku, diri semua orang. Kita tumbuh berkembang, bermetabolisme, beraktivitas lain-lain, adalah karena sel-sel kita saling berkomunikasi satu sama lain dalam menunaikan kewajiban dan haknya.

Seperti halnya kita manusia bisa berkomunikasi secara langsung (tatap muka, bicara langsung) dan bersentuhan langsung (bersalaman, mengaitkan jari, mengusap rambut), dengan bermodalkan alat (telepon, sms, BB, chatting, surat, email), bisaa membutuhkan bantuan orang perantara, ataupun secara langsung. Maka begitu pula dengan sel-sel kita. Tipe komunikasi sel juga bisa berupa direct contact (kontak langsung), maupun indirect contact (kontak tidak langsung).

Pada komunikasi sel yang memerlukan perantara, mirip seperti halnya dengan surat yang kita kirim lewat pos atau paket pengiriman, maka isi surat / paket (komunikasi) kita harus diantarkan terlebih dulu oleh pak pos atau pak kurir agar bisa sampai ke tempat tujuan dan dibaca oleh yang bersangkutan. Pada tipe komunikasi sel ini, yang berperan sebagai tukang pos adalah yang terkenal dengan istilah second messenger, contohnya adalah cAMP (cyclic AMP), ion Ca2+, dsb. Isi pesan pada komunikasi sel disebut dengan sinyal (cell signal), yang dapat dibedakan menjadi sinyal kimiawi (chemical, contohnya hormon dan neurotransmitter), serta sinyal elektrik (electrical, contohnya sinyal pada sel-sel saraf).

Prinsip-prinsip pada pengiriman sinyal sel (cell signaling) ini juga mirip dengan komunikasi yang terjadi pada manusia. Misal si A bertemu dengan si B, si A bicara mengenai kabar bahwa istrinya sudah melahirkan. Kabar ini kemudian dicerna dulu dalam ‘alam pikiran’ si B, kemudian hasil pemikirannya mengatakan bahwa ini adalah berita yang menyenangkan. Maka kemudian si B ini menyunggingkan senyum lebarnya dan memberikan selamat kepada si A atas berita tersebut.

A –>  berita istri melahirkan –> diterima B –> B tersenyum dan menyelamati A

Pengirim pesan : A

Isi pesan (message / signal) : istri A melahirkan

Penerima pesan (receptor) : B

Hasil aksi/respon (action/response) : senyum & memberikan selamat

Dari contoh tersebut dapat kita lihat, bahwa setelah sinyal / isi pesan diterima oleh receptor, maka sebagai hasil penerimaan sinyal, receptor tersebut kemudian akan bereaksi terhadap sinyal yang diterima. Begitu juga dengan sel. Sebagai contoh, sinyal yang diterima oleh sel-sel β pankreas akan membuatnya mengeluarkan hormon insulin dan sinyal yang diterima oleh sel-sel α pankreas akan membuatnya mensekresi glukagon. Kedua hormon ini penting bagi metabolisme karbohidrat dalam tubuh kita.

Dilihat dari cepat lambatnya respon yang terjadi, bisa dibedakan respon lambat dan respon cepat. Jika manusia berkomunikasi dengan orang lain, jangka waktu timbulnya respon yang diberikan oleh orang lain tersebut tidaklah selalu sama. Ada yang cepat merespon, ada pula yang lambat. Yang bahasa kerennya sering kita bilang, ada orang yang lemot dan ada juga yang cepet tanggap. Begitu pula dengan respon pada komunikasi antar sel. Setelah sinyal diterima oleh suatu sel, maka ada sel yang langsung merespon, ada juga yang harus melalui proses lebih lanjut di dalam sel itu sendiri sehingga respon yang timbul menjadi lebih lambat.

Selain jangka waktu timbulnya respon, sinyal-sinyal tersebut juga dapat berbeda-beda dalam hal jumlah respon yang timbul. Satu sinyal, dapat menimbulkan satu jenis respon, namun dapat pula menimbulkan berbagai respon. Hal ini juga seperti yang dijumpai pada manusia. Misal, ada seseorang yang dikejar oleh anjing gila, maka respon orang yang dikejar tersebut bisa lebih dari 1 : orang itu akan berlari menghindari si anjing gila, sambil berteriak minta tolong, sambil melambai-lambaikan tangan untuk menarik perhatian orang lain agar menolongnya.

Yap, sekian dulu untuk ulasan singkat tentang gambaran komunikasi yang terjadi antar sel. Semoga aye ga menambah-nambah bingung yah, janganlah dibaca sambil mengerutkan kening dan cemberut, tapi sambil senyam-senyum dan tertawa yah (awas dibilang gila XDD).

Kalau sel saja berkomunikasi, masa kita tidak? Orang yang berkomunikasi aja tidak jarang salah nangkep ato salah paham, apalagi yang ga berkomunikasi sama sekali? Nah, ayo mulai dikomunikasikan yah… (lho?..)😀

__taken from: bahan kuliah Prof. dr. Susilo Wibowo, Sp. And (K)__

Semarang, kosan__19-05-2012__11h25

2 thoughts on “KOMUNIKASI ANTAR SEL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s