At A Glance DNA


Istilah DNA akhir-akhir ini makin kerap terdengar. Di sinetron televisi (yang nggak banget tapi kadang banget ‘tertonton’ :p), anak yang direbut atau diculik dari ibunya, saat bertemu kembali dan merasa diragukan kemudian dilakukan tes DNA. Kasus-kasus bom yang tubuh pelakunya ditemukan sudah hancur kemudian dilakukan pemeriksaan DNA atas sisa-sisa tubuh tersebut untuk memastikan identitas pelakunya.

Apakah DNA itu?

DNA (deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat), adalah material genetik dari makhluk hidup yang merupakan cetak biru kumpulan informasi bagi aktivitas setiap sel dalam makhluk hidup tersebut.

Susunan DNA terdiri dari gula, fosfat, dan basa nitrogen, yang terstruktur sebagai double helix (rantai berpilin ganda).  Struktur DNA double helix ini ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick pada tahun 1953. Bangunan yang terdiri atas satu gula, satu fosfat, dan satu basa nitrogen ini dinamakan dengan nukleotida.

Ada 4 macam basa nitrogen yang menyusun DNA, yaitu A (adenine), G (guanine), T (thymine), dan C (cytosine). Susunan urutan basa-basa inilah yang merupakan kumpulan informasi genetik. Basa-basa pada DNA selalu saling berpasangan melalui ikatan hidrogen, hingga dapat membentuk struktur rantai ganda tersebut. Basa A selalu berikatan dengan T, dan G dengan C, membentuk unit yang dikenal dengan istilah pasang basa (base pair / bp). Setiap susunan tiga nukleotida, yang berarti tiga basa nitrogen, dinamakan kodon. Tiap satu kodon mengkode satu asam amino (yang merupakan penyusun dari protein).

Struktur rantai double helix DNA ini kemudian melipat, berpilin lagi, menekuk, memadat, membentuk apa yang kita kenal sebagai kromosom. Jadi, kromosom merupakan DNA yang sudah ‘ter-pak’ dan padat. Tahukah kawan, bahwa ilmuwan yang menemukan dengan benar jumlah kromosom manusia adalah orang Indonesia kelahiran Amerika? Dialah Joe Hin Tjio, seorang ahli sitogenetik asal Indonesia yang bersama dengan Levan (Spaniard) menemukan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang (atau 46).

Jadi, di manakah letak DNA?

DNA berdasarkan lokasinya terbagi menjadi dua, yaitu DNA inti (nuclear DNA) dan DNA mitokondria (mitochondrial DNA). Dari kedua nama tersebut, dapat kita simpulkan bahwa DNA ada yang terletak dalam inti sel, ada pula yang terletak dalam mitokondria (organela sel yang berperan dalam rantai respirasi).

Kalau begitu, apa itu gen?

Gen adalah unit dasar dan fungsional dari hereditas. Gen terdiri atas DNA dan berperan sebagai instruksi untuk membuat protein. Protein-protein inilah yang terlibat dalam berbagai aktivitas fungsi sel-sel dalam tubuh makhluk hidup. Ukuran gen-gen manusia bervariasi mulai dari beberapa ratus pasang basa DNA hingga lebih dari 2 juta pasang basa. Human Genome Project mengestimasi bahwa jumlah gen yang dimiliki manusia antara 20.000-25.000 gen. Pada setiap orang, terdapat dua copy untuk setiap gen, yang masing-masing didapatkan dari ayahnya dan ibunya. Gen inilah yang bertanggung jawab dalam sifat hereditas suatu makhluk hidup.

Perumpamaan susunan genetik ini bagaikan sebuah buku. Volume buku adalah yang didapatkan dari orang tua, masing-masing dari ayah atau ibu. Informasi yang terdapat dalam volume 1 berasal dari ayah, dan volume 2 berasal dari ibu. Masing-masing buku terdiri atas chapter yang dalam hal ini merupakan kromosom (berarti ada 23 chapter di masing-masing volume buku). Gen-gen (yang terdiri dari DNA) merupakan kalimat-kalimat yang ada dalam chapter buku. Kodon-kodon serupa dengan kata-kata dalam kalimat. Dan basa-basa nitrogen penyusun kodon-kodon diumpamakan dengan huruf yang menyusun kata-kata.

Setiap kali sel membelah, DNA yang ada di dalamnya pun bereplikasi (memperbanyak diri), menurunkan informasi genetik dari sel sebelumnya. Informasi genetik ini amat penting bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup. Satu saja kesalahan, baik itu dalam susunan urutan basa yang berubah menjadi basa lain, terhapus, tergandakan, terputar, tertukar, ataupun kesalahan dalam faktor-faktor yang berpengaruh dalam setiap siklus sel, dapat menyebabkan kelainan struktur-struktur ataupun fungsi-fungsi dalam tubuh. Kesalahan pada informasi genetik (yang dikenal sebagai mutasi) dapat diturunkan, dapat pula tidak, tergantung pada di mana dan pada fase apa kesalahan itu terjadi. Mutasi tersebut tidak jarang bersifat spontan, yang berarti bahwa kesalahan tersebut tiba-tiba terjadi meskipun sebelumnya selalu normal. Mengingat begitu banyak celah kesalahan yang mungkin dapat terjadi pada aktivitas sel-sel dalam diri kita, maka kita yang saat ini dapat dikatakan normal (bernapas dengan normal juga dapat melakukan jutaan aktivitas normal yang sering tidak kita sadari), patut bersyukur pada Yang Maha Menciptakan.__  Alhamdulillah…

Lobby Fk, libur di sela ujian, 17-05-2012, dengan berbagai sumber:

  • Emery’s Elements of Medical Genetics, 12th edition
  • Genetics Home Reference
  • ABC of Clinical Genetics, 3rd edition
  • Color Atlas of Genetics, 2nd edition
  • Campbell Biology
  • Kuliah-kuliah  ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s