Edisi Bookaholic


Wuaahh,, kangennya dengan semua teman-teman dan sahabat-sahabat masa kecilku yang banyak dan beraneka bangsa.

Melalui mereka, membuat sy merasa menjelajah dengan mesin waktu, membuat sy berada di banyak tempat di berbagai negara, mengenalkan sy pada teman-teman dan sahabat-sahabat yg mengajarkan banyak hikmah, mengajak sy melihat dunia dan mengalami sendiri berbagai peristiwa meski dari rumah sy yang kecil.

Sy ingat bahwa sy memiliki ketiga abang Trio Detektif garapan Alfred Hitchcock. Si abang Jupiter Jones (Jupe) penyelidik Satu yang gempal dan suka memamerkan pengetahuannya yang memang luas dan cerdas, si abang Peter (Pete) Crenshaw penyelidik Dua yang atletis tapi paling ga suka menantang bahaya, dan abang Robert (Bob) Andrews yang cermat dan merupakan bagian riset di kelompok. Mereka tinggal di Rocky Beach, California, namun kasus misteri yang mereka hadapi membuat mereka sampai ke Mexico, Gunung Monster, berurusan dengan dukun,bahkan bertemu makhluk dari dunia lain. Dengan gaya yang enak dibaca, tulisan-tulisannya bung Alfred membawa sy larut dalam berbagai misteri yg dialami abang-abang Trio Detektif. Banyak pengetahuan umum yg sy dapatkan di sini, yg bahkan beberapa di antaranya menjadi penting dalam perjalanan hidup sy.

Saya juga mengenal kelima sahabat yang menamakan diri mereka Lima Sekawan. Anak-anak Inggris yang senang dg petualangan dan selalu mengalami petualangan. Di Pulau Kirrin, bertemu Jo yang sangat mirip dg George, menyamarkan teman mereka, bertemu sarjana yg misterius dan banyak lagi yang dialami mereka. Lalu selain ini, Enid Blyton terkenal dengan karya-karyanya yg banyak mengambil setting kehidupan sekolah berasrama putri di Inggris. Berbagai konflik, kejahilan para murid, masalah-masalah timbul, menjadi paduan cerita yg menarik. Dari buku-buku ini pula pertama kali sy tahu kebudayaan Inggris spt waktu minum teh, juga pertama tertarik belajar b.prancis. Berbagai kata seperti mamzelle, petit, n’est ce pas?, bien, dsb pertama kali sy membaca adalah dari buku-bukunya Kakek Enid.

Pasukan mau tahu pun tak ketinggalan dengan kasus-kasus yang mereka hadapi. Meski oleh seorang polisi di daerah mereka selalu diremehkan dan dianggap sok tahu, namun mereka berhasil membuktikan bahwa mereka bukanlah sekedar anak-anak yg sok tahu dan tukang ganggu penyelidikan.

Anak-anak Animorphs yang merupakan animal morphers juga memiliki petualangannya sendiri. Mereka terlibat dalam aksi penyelamatan bumi terhadap invansi parasit luar angkasa ‘Yeerk’ yang diam-diam namun ternyata sudah menancapkan akar yg kuat di bumi. Dipimpin oleh Jake yang selalu berpikiran matang dan tenang, Cassie, Marco, Rachell, dan Tobias bahu membahu melawan yeerk. Berhasil bertemu dg seorang kawan bernama Aximili Esgaroth Isthill (Ax) yang merupakan bangsa Andalite yg bermaksud menolong bumi, membuat mereka bertambah semangat dalam misi mereka. Fiksi ilmiah karya K.A Applegate ini adalah salah satu yg terbaik yg pernah sy baca. Detail, memberi banyak pengetahuan, namun ringan dibaca, dan membawa kita hanyut pada perang antargalaksi yg sulit ditinggalkan sebelum habis cerita.

Masih ada pula seri Rumah Kecil yang diambil dari riwayat hidup gadia pioneer Amerika, Laura Ingalls Wilder. Bersama keluarganya, mereka termasuk orang Amerika pertama yg membuka lahan di barat. Menyaksikan para suku Indian yg perlahan terpinggirkan, menyusuri puluhan ribu kilometer padang rumput hanya dengan karavan yang ditarik kuda, bertahan dalam musim dingin ganas yg panjang, ikut membangun kota De Smet; semangat mereka patut diteladani oleh kita semua.

Siapa pula yg tak kenal pada si wartawan petualang, Tintin, yang dengan anjing kecil putihnya bernama Milo (Snowy dalan versi Inggris); berhasil memecahkan berbagai misteri di berbagai bagian dunia. Laut merah, suku indian, Suku Inca, Mesir, China, bahkan hingga ke bulan pun sudah pernah dijelajahinya dalam petualangan-petualangannya. Bersama Kapten Haddock si pelaut pemabuk yang baik hati, Tintin paling banyak mengalami petualangan. Juga ada Profesor Calculus yg pikun dan KP (kurang pendengaran, red.), si detektif kembar Thomson dan Thompson, Zhang teman Chinanya, Madam Castafiore sang diva yg bergelar Si Kutilang dari Milan, dll; petualangan Tintin selalu membuat tertawa ngakak dan penasaran. Bung Hérge ini memang jempolan deh.

Selain mereka, juga ada sahabat-sahabat sy yang kompak dan senang mengobrol sampai dinamakan ‘Girl talk’. Ada Sabrina Wells (Sabs), Randy Zak, Katie Campbell, dan Allison Cloud yang selalu meramaikan Bradley Junior Highschool. Berempat mereka memiliki cerita khas cewek yg sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Lucu, sedih, ‘galau’, dan berbagai problem ABG diramu dalam cerita yg ringan dibaca. Meski bersetting tahun 80-an, namun tetap layak dibaca hingga kapanpun.

Lalu masih ada anak-anak Bullerbyn, Ronya si anak penyamun, Mathilda yang jenius, Jennings si Iseng, Tia Kembangmanggis, perjalanan si remaja vampir Darren Shann yg mencekam namun membuat penasaran, kasus2nya si detektif Hercule Poirot dkk karya mbak Agatha Christie, si anak-anak kreatif yang terkumpul dalam The Babby-sitter Club, kisah si Lizzie dalam Dear Diary nya, karya-karya RL Stine yg hororisme, … hingga ke saat ini buku-buku karya bang Tereliye, Andrea Hirata, mbak Hanum S. Rais dan masih banyak lagi yg telah menemaniku tumbuh besar hingga sekarang.
Miss you guys….   _(._.)_

Waah,,udah jam segindang,, bye bye duluu yaah. <(@ ̄︶ ̄@)>

-Kamar jaga, le 1er mai 2012-
ups..salah,udh 2 mei ding skrg…  y^o^y

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s