Balada Sang Pengelana RS


Halo semua…. Saya Tya, asli Indonesia. Krn nama panjang sy dpnny ada Ariestya,dikira org2 sy ngikutin namanya artis si Tya Ariestya gitu… T.T..pdhl lahirny juga cuma beda setaun,jelas2 dulu belom terkenal,ckck…. Meski begitu,nama sy adalah sekaligus doa dari ortu saya yang notabene hidupnya susah waktu kecil jadi mereka banting tulang kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala untuk menjadikan saya seperti saya yang sekarang ini. Thanks mom, dad, huks..huks….*mellow.com

Saya masih jadi orang perantauan di propinsi tetangga, seorang mahasiswi jurusan kedokteran semester 12 yang ngetop dengan sebutan KOAS (kumpulan orang serba salah). Gimana ga serba salah, mau jawaban kaya apapun, melakukan hal apapun, ujung-ujungnya adalah, “kamu salah, Dek Ko”… Yup, nickname saya selama 2 tahun ini malang melintang di dunia per-koasan adalah ‘Dek Ko’ atau ‘mbak Ko’. Masih mending sih, dibanding panggilan, “Ko…” doang. Ckck… Yah, seserba salah apapun, yang paling penting buat saya adalah semoga saya bisa ‘disumpah’ tahun ini. Walaupun dalam hati masih belumlah siap, namun cukup sudah 19 tahun menimba ilmu dengan perasan keringat ortu. Bilapun masih menuntut ilmu sepanjang hayat, namun sudah tiba saatnya saya yang ganti memeras keringat, membiayai diri saya sendiri, dan ganti membalas jasa ortu. Walopun ada tuh kata-kata ‘kasih ibu, tak harap kembali…’, tapi kan ya tetep aja masa ga ngapa-ngapain sama sekali, minimal sekedar gaji pertama, kalo bisa lebih lagi beliin baju, kalo bisa lagi motor, syukur lagi kalo rumah, lebih bagus lagi ngongkosin naik haji, lebih lagi….. hmm…… Terbayang susunan target,,,amiiiinnnn,ya Robb,semoga kesampean,terutama yg terakhir….

Bersama akan berakhirnya masa2 dsni (insyaAlloh), ada gelitikan dari dalam diri saya ini, untuk menuangkan setitik saja dari pengalaman saya 2 tahun ini. Yak, pengalaman saya, seorang Tya. Memang tak akan seberapa penting dibanding kisah Mahatma Gandhi, atau Hellen Keller, atau Pak Habibie, apalagi Rosul,,,, beuhh,,,jauuuhhh,men.. Tapi yah bolehlah yah, sedikit saja ta tulis,  nyambi latihan ngetik sepuluh jari… :pp

1st station: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin

Inilah starter saya, di mana dimulainya hari-hari sebagai ‘dek Ko’ di sebuah RS pendidikan milik pemerintah daerah di propinsi tetangga. Pertama kali saya latihan menghadapi pasien, yang keluhannya adalah seputar estetika seorang manusia: kulit dan kelamin. Biasanya suatu stase terbagi lagi menjadi beberapa substase, begitu pula dengan stase kulit ini. Dan substase favorit saya di sini adalah,,jeng-jeng,,,, substase kosmetik. Di mana banyak pasien datang karena si ngetop “acne” dan komodo, eh “komedo”. Di sinilah saya diajarkan facial, dan macam2 perawatan kulit lainnya yang sekarang ini sedang saya amalkan terhadap wajah saya sendiri (kecuali facial tentunya ga bisa saya sendiri). Dan ternyata baru di sini saya menyadari bahwa orang-orang ke dokter kulit atau yang rajin memakai krim, tidak semua semata-mata hanya untuk kecantikan diri, namun hal ini juga berhubungan dengan kesehatan diri, tidak bisa dipandang remeh begitu saja akibat sinar matahari bagi kulit kita, jadi kita perlu…. (loh,.loh,,,maap keterusan).

2nd station: Ilmu Radiologi

Semestinya stase ke-2 sy adalah si IKA, a.k.a Ilmu Kesehatan Anak. Namun apalah daya tangan tak sampai,,,di penghujung stase Kulit sblmny, suatu penyakit virus jahat (lebayy) menerpa,sehingga sy terkapar di RS lebih dari 5 hari, pdhl maksimal ijin absen seorang yang serba salah spt KOAS hanyalah 2 hari,..maka pun sy cuti sebulan (hiks,,sedih berpisah dari tmn sklmpk koas..T.T) dan stlh itu sy mengajukan ‘tukar tambah’ stase ke akademik. Jadilah slanjutnya sy memasuki stase narsis,yaitu stase foto-foto… :DD. Namun, sebagus apapun fotonya diambil, tetaplah saya tak berbakat membaca bahasa tersirat si bercak2 kesuraman foto,ckck…. Alhamdulillahnya sy memang suka berimajinasi,jadi suka membayangkan bentuk2 yg org lain gak lihat,jadi saat iden radio, sepertinya jawaban lebay sy dalam membaca bercak2 itu sgt membantu sy lulus,wlpn mungkin sebagian bsr jwbn sy ngelantur smpai kmna-mana… :pp

3rd station: Ilmu Farmasi

Kalian pikir apakah dr.memang sengaja menulis jelek di resep? Atau memang diajarkan untuk menulisnya dalam bahasa tak terbaca? Wuah,,,ternyata salah bro n sist. Dlm stase farmasi ini, kami diajarkan untuk menulis resep dg baik dan benar dan TERBACA. Jadi,sbnrny udh ga jaman utk para dr.menulis dalam aksara sansekerta yang ga kebaca,,bisa2 apotekernya salah ngartiin n ngasi obat… Diajarkan menghitung dosis, menulis bahasa resep yang baik dan benar… Ini pnting skali mnurut sy,krn salah hitung dosis bisa berarti 2: underdose dan overdose… Under dose bisa menyebabkan resistensi obat,sedangkan overdose bisa berakibat fatal terutama bagi pasien anak dan lansia. Yang menyenangkan dari stase ini adalaaahh,,,hari aktif hanya berjalan satu minggu 4 hari,,,stlh itu ujian,dan lgsg yudisium,,jadi sisa waktu sktr 2 minggu untuk berlibuuurrr….:DD

4th station: Ilmu Kesehatan Masyarakat

Waw,,inilah stase yang ditunggu banyak orang. Bukan karena yg dipelajari menarik (*ups…yah,,menarik juga ko..hehe..), tapi kondangnya doi adalah karenaaa jalan-jalaaaannnn,,….Yap, inilah stase di mana kami meninggalkan RS kami untuk menceburkan diri dalam kesehatan masyarakat,penyuluhan,survei, belajar manajemen puskesmas dan RS, tinggal di desa, penelitian kemasyarakatan,,,intinya di mana kami menerjunkan diri kami untuk aktif lebih banyak dalam PENCEGAHAN terhadap penyakit. Meski laporannya yg segudang,namun dg hati riang kami kerjakan (walau selalu mepet deadline dan deg-degan,,tapi ttp dihadapi dg kebersamaan,jalan-jalan,dan senyuum… :DD).  Ada yang berkesan saat tinggal di rumah pak RT,dengan seadanya,namun ternyata kami ttp bahagia di sana,,,juga saat malam hari demi sebuah penyuluhan datang ke arisan dan pengajian RT di suatu desa  dengan menempuh perjalanan jauh melewati sawah luas nan gelap,,,juga saat kami mewawancarai salah seorang mbak2 di lokalisasi di Semarang,mencoba memahami keadaan yang mereka alami (walaupun tidak memaklumi apalagi membenarkan), sedikitnya bisa membuka hati lebih lebar untuk mereka dan bukan malah meninggalkan mereka bersama masalahnya.

5th station: Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut

Hiyaaa,,,,sehabis stase jln-jln,,sy menjalani stase senang-senang,,lhoh?? Becanda ding,,,maksudny,,stase ini termasuk menyenangkan karena tidak dipenuhi dg tugas apalagi jaga. Karena hanya ada poliklinik (tak ada bangsal),jadi kami masuk pun sesuai hari kerja poliklinik Gimul Kariadi,hehehe…. Bukan berarti meremehkan dan ga belajar,malah sebaliknyaa…di sinilah kami bisa lebih leluasa dg tindakan…karena tak bersaing dg denre2 seperti di stase lainnya di Kariadi,hehe… Pertama kali infiltrasi gigi,blok mandibula,ekstraksi gigi,dsb… tapi tetap dg supervisi seorang drg. tentunya…. Saya suka di sini!!:)

6th station: Ilmu Kesehatan Anak

Ehm…eng ing eng…inilah stase di mana bagging sdh terkenal sebagai bagian darinya. Ketahanan fisik diuji dsni, karena kami hanya ber-13,jd jaga ding dong mjd jatah kami. Paling cape kalo pengawasan sana sini dg personel jaga yg cm 3 org, aplgi dg byk pasien baru yg hrs dilaporkn esok paginya. Sutris bin strisno tenan… Tapi enaknya,banyak ilmu yg didpt dsni,setimpal dg capekny… Kalo bagging, ga tanggung2 bisa sampe 4-6 anak,jadilah kami memanggil pendekar bayangan (jaga bygn maksudna) untuk membantu kami yg sdh overmultitasking,pdhl si pendekar bayangan juga kudu jaga esok harinya,hosh… Alhamdulillah sdh terlewati dg baik…

 

7th station: Ilmu Anestesi

Ini adalah stasenya untuk bisu,,eh… bius membius.,.. Sampai-sampai sy pun terbius,ckck….(bilang ja sering ngantukan,hehe…). Penunggu Oka adalah kerjaan kami,bantu denre anestesi (walau srg malah mengacaukan,,xixi…),belajar ttg kegawatdaruratan, obat-obat anestesi, cairan,dsb…yang ternyata saat ini sy sgt merasakan betapa berartinya yg sy dptkn di stase ini. Paling cape kalo saat jaga ada op tengah malam,apalagi yg namanya cr*ni*to*I,,wuaduh,,,tobat deh,,saking lamanya sampe2 pernah lesehan ketiduran nyender di Oka (untung dimaklumi utk ‘teler’ klo jam2 genting gitu,hehe…).

8th station: Ilmu Bedah

Inilah dia si stase favorit,krn di sinilah keterampilan tindakan2 kecil seorang dr.dipelajari. Infiltrasi, hecting, psg spalk, nginfus, psg ransel verban,psg dc, businasi, wash out,dsb… Terbagi menjadi 8 substase, di mana masing2 dijalani selama seminggu dg total 8 minggu. Daann teman sesubstase yg mutar brg sy adalah 2 org jilbaber yang asik masik dan sgt fisio,,mmuah,,loph u ichi n unii…😀. Ada yg lucu saat kami dibilang kelompok pengajianlah, kelompok pesantren lah,,karena kami jd 3 jilbaber yg berkibarkibar,huehehe…. Sebulan pertama dengan berstastu sebagai junior,maka tugas jaganya adalah 2 org bangsal dan 2org UGD, yang it means,,,ada 3 bangsal yg kudu dijaga oleh 2 orang junior,beuh,,,kalo lagi hectic pasien pd gawat,,pinginnya bisa membelah diri deh saking capenya… Di stase ini juga sy menjalani Romadhon…Menghitung dan mengutak-utik jdwl jaga dan akhirnyaaa terbebaslah slm 2 hari untuk sy pulang sungkeman pd keluarga di hari fitri…meski stlhnya jaga sy jd menumpuk ding-ding pa ding-ding,,,tapi teteuup senyuum :DD. Memasuki bulan ke-dua,sebagai senior,kami  jaga hanya di UGD (senior 2 org,jd jadwalnya bisa lebih jarang..:))). Ada suatu kejadian yg sgt sy ingat,di sabtu terakhir minggu ke-4 sy sbg junior,,terjadilah sebuah peristiwa kecelakaan tabrakan kereta Senja Utama semarang dg Argo Anggrek. Saat itu Kariadi menerima belasan pasien rujukan korban kecelakaan kereta tersebut, sehingga suasana UGD hari itu sungguh sangat simpang siur dan benar2 gawat darurat.


9th station: Ilmu Saraf

Stase ini benar-bnar menguji saraf!! Ckckck… Bagging, TV massal bangsal, bolak-balik unit stroke-bangsal, pengawasan pasien yang rata2 HTnya tinggi2 jadi bener2 ga bisa kalo ninggalin pengawasan,… Banyak melihat penghujung nyawa pasien di stase ini, benar2 membuat diri introspeksi,…


10th station: Ilmu Kebidanan dan Kandungan

Wuiihh,,,stase uji fisik dan mental… Bukan hanya perlu sehat fisik,tapi mental yg kuat juga menjadi syarat untuk melalui stase ini dg baik. Dengan jdwl jaga yg seminggu penuh jaga,seminggu ngga,seminggu lagi jaga,dst., rasa lelah, ditumpuk marmos, disiplin, dan peraturan hrs bnr2 ditepati dan dijalani dg sabar. Tak boleh begini, jangan begitu, awas kudu hati2, jgn buat kesalaha,jgn menonjol,www…Meski begitu,banyak juga ilmu dan pengalaman yg didapat di sini. Apalagi dg laporan pagi tiap hari yang kami pasti ditanya,membuat kami mau tak mau belajar,walapun sekedar learning by doing,hehe… alhasil,obgyn adalah slh satu ilmu yg plg mudah melekat krn hampir stiap hari jaga kami lakukan. Substase yg menyenangkan adalah saat2 parlu (partus luar),di mana kami keluar RS kami selama 2 minggu untuk mengumpulkan pengalaman partus…^^


11th station: Ilmu Penyakit Mata

Mata merah,berair,cekot-cekot,dsb..adalah keluhan yg tiap hari disantap di stase ini. Terbagi menjadi substase poli mata,bangsal,dan OKa. Saya suka karena stase mata ini setelah obgyn,jadi merupakan suatu stase ‘istirahat’. Bukan berarti sepela dan ga penting, tapi maksudna di sini sy bisa menarik napas dg lapang. Supervisorna baik2,perawatnya baik2,denrenya baik2,terutama pembimbing sy yg luar biasa baik sampai sy ditentir banyak kali oleh beliau… tengkyu perimac,bu…^^.


12th station: Ilmu Penyakit Dalam

Inilah stase yg terkenal infeksius (bangsalnya),di mana jika kalian baru pertama kali menginjakkan kaki di sini, niscaya setelahnya akan merasa ga enak badan,panas dingin, batuk pilek, mencret, dsb.,,www… Lho, bukan lebay,tapi memang sdh terbukti begitu oleh hampir semua org yg pernah merasakannya. Masa-masa junior adalah masa-masa cape jaga, di mana personel jaga cuma 3,tapi harus dibagi rata antara bangsal A,B,C,luar,HND,isolasi…. Mondar-mandir pengawasan, TV, GDS, nyuntik insulin, nebul,dsb adalah tugas utama kami. Maka tersebutlah koas jaga interna sebagai ‘koas panggilan’, krn bisa dipanggil pengawasan dan GDS sana sini untuk pasien mana pun yang ada Dx/konsulan internanya, ckck… Sayang untuk interna di sini tidak ada substase poli nya,pdhl menurut kami penting untuk bekal kelak ya..==’


13th station: Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, Tenggorokan

“Merasa kurang pendengaran? Telinga berdenging? Nyeri tenggorokan? Keluar cairan dari telinga? mau tes alergi? Dsb,,dsb.. Datanglah pada kami di poli THT.” Itulah sepenggal iklan pada tmn2 yang lain agar dtg periksa ke poli THT kami,www…. Pasalnya, ada target jumlah kasus yang harus dipenuhi di stase THT ini. Jadilah seringkali rebutan sesama koas pun tak terelakkan,wew… Untungnya tak ada yg berjiwa anarkis,hehe…


14th station: Ilmu Penyakit Jiwa

Hahahahahaha,,,,ini adalah stase di mana tertawa sendiri bukanlah hal yang aneh… XDD. Stase ini bertempat di sebuah RSJ Daerah. Weits,jangan salah bayangin yah, meski RSJ,tapi ga seperti RSJ pd umumnya yg sering dianalogikan dg kesuraman dan menakutkan, RSJ tempat sy bertugas ini adalah RSJ yang ‘loveable’,, weidjiaann…. Iya, gimana ngga, di RSJ ini banyak tamannya, asri, luas, terang, penuh cahaya mentari, …. Sy senang di sini,karena bisa menjadi pelipur stress, cz bicara dg pasien2nya baik untuk kesehatan humor anda (meski di depan pasien tetaplah bertampang dan menanggapi serius,pdhl dalam hati sudah terngakak-ngakak…XDD). Ada yang berkesan saat jaga UGD, datang pasien yang awalnya tenang saat diwawancara tiba-tiba marah-marah dan agresif,hingga sy jd keringat dingin dan siap2 mengambil langkah seribu kalo pasiennya mukul. Untunglah dtg perawat laki-laki yg kemudian mengikat pasien tsb ke tempat tidur… Fiuh.. >.<


15th station: Ilmu Forensik

“jangan menimbang di timbangan mayat!!”, itulah mitos yg paling terkenal di stase ini. Kenapa? Karena jika kita lakukan hal tsb (menimbang di timbangan mayat), dipercaya akan mengundang byk mayat2 lain berdatangan untuk divisum atau otopsi. Padahal,,,yah, ga ngefek lah. Kalo emang takdir banyak yg meninggal,lha piye meneh? www… Di stase ini kami hanya jaga “on call”.Meski on call, tapi tetap harus dtg tak boleh telat lebih dari setengah jam sejak mendapat jarkom (jaringan komunikasi). Padahal, yg namanya panggilan,bisa jadi,, sering malah, di saat tengah malam, jam 11 malam, jam 2 pagi,,,saat pulas2nya tidur disuruh bangun, cpt dtg, ga boleh telat, demi seorang mayat! Wew… Banyak pengalaman berharga (atau mengerikan?) dari visum dan otopsi di stase ini. Di stase ini, kami bertemu byk teman2 sesama koas dari FK lain. wah,pokoknya di sinilah tempatnya membuat kenalan dan jaringan baru…🙂

—-

Alhamdulillah…genap sudah 15 stase terlewati, tibalah sy di penghujung koas ini. Semoga ilmu ini bs sy amalkan dg baik, untuk kemaslahatan ummat… Amiin ya Robb… ^^

-Sep, 16th, 2011-

4 thoughts on “Balada Sang Pengelana RS

  1. tyaaa…ada aq d catatan perjalanan hidupmu…tp kq ada kt2 ” sgt fisio”??padahal kan qta pato bareng..hihihi..lup you tyaa^^

    • lho,,,emang fisio apa coba?? fisio kan mksde ber-‘FISIk Oke’, hahahahaha…. XDD
      ah,sepato-patony dirimu menghasilkan ‘sumur cumi-cumi laut’, xixixi…. :pp
      4 thumbs up utk uniikuu… lop u juga,,mmuaah ^.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s