Setiap Kekasih Pasti Berpisah


Dunia ini usianya sangat pendek. Ia akan berakhir dengan kematian. Setelah kematian ada hari akhir yang sangat berat. Kesengsaraan di kehidupan setelah dunia, berarti kesengsaraan yang hakiki. Berbekal dengan amalan kebaikan selama hidup di dunia adalah kunci untuk selamat dari kesengsaraan di alam kubur dan setelahnya.

Suatu ketika ada seorang laki-laki mengiringi jenazah. Setelah jenazah itu dimasukkan ke dalam kubur, laki-laki itu berkata, “Tidak kulihat ada dunia yang ikut bersamamu, kecuali tiga lembar kain! Demi Allah, aku telah meninggalkan rumahku dalam keadaan penuh harta.” “Demi Allah, jika Allah memberiku keselamatan sampai aku pulang, sungguh aku akan langsung mendermakannya”, lanjutnya. Siapakah orang tersebut? Ternyata ia adalah Umar bin Abdul Aziz.

Benar, kematian adalah pemisah. Ia memisahkan seseorang dari hartanya, kerabat, dan kekasih yang dicintainya. Malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad shalallahu‘alaihiwassalam, lantas berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena sungguh kamu pasti mati. Beramallah sesukamu karena sungguh, amalmu pasti dibalas, cintailah sesukamu, karena sungguh, kamu pasti berpisah dari kekasihmu. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin ada dalam shalat malamnya dan harga diri seseorang ada pada ketidakbutuhannya kepada orang lain.” (Riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrok, dihasankan oleh Syaikh Al Albani).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s